Sosialisasi 4 Pilar, Pancasila Gambaran ajaran Islam dan Agama Lain di Indonesia

oleh -235 views
oleh
235 views
Guspardi paparkan 4 Pilar di Palupuh, kelima sila Pancasila mengandung nilai Islam, 2 Juli 2023.(ans)

Agam  — Anggota Komisi II DPR RI, Guspardi Gaus menggelar sosialisasi empat pilar kebangsaan 2/7-2023 di Kecamatan Palupuh Kabulaten Agam.

Sosialisasi 4 Pilar dihadiri tokoh masyarat, semua walinagari dan wali jorong se Kecamatan Palupuh

Guspardi Gaus mengatakan, sosialisasi empat pilar mempunyai tujuan, untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat terhadap Pancasila, Undang-undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika.

“Empat pilar kebanggsaan, sangat perlu untuk dipahami masyarakat, karena apa yang terkandung di dalamnya berkaitan erat dengan nilai-nilai yang ada dalam ajaran agama, baik itu agama Islam dan agama lainnya yang ada di Indonesia,”ujar Politisi senior ini.

Pancasila misalnya, itu dari sila satu sampai lima kata anggota DPR RI Dapil Sumbar II dari PAN, mengambarkan nilai-nilai ajaran Islam.

“Bukan hanya Islam, Pancasila juga menggambarkan nilai-nilai dari agama lain yang ada di Indonesia. Dalam sila pertama Pancasila jelas disebutkan, Ketuhanan yang Maha Esa, semua agama di Indonesia meyakini akan hal ini, dan masyarakat Indonesia harus orang yang beragama,” ucap Guspardi Gaus.

Berangkat dari nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya, Guspardi Gaus yang termausk cedikiawan muslim nasional ini mengajak masyarakat untuk mengamalkan Pancasila dalam keseharian mereka. Semua itu bisa dimulai dari hal kecil-kecil dalam diri sendiri, taat peraturan, dan lain sebagainya.

“Nilai-nilai luhur yang terkandung dalam Pancasila juga sangat mencerminkan karakter masyarakat minangkabau dan orang minang memiliki kontribusi yang sangat besar untuk pancasila. Pancasila merupakan jati diri kita
di Minangkabau,” kata Guspardi.

Disebutnya, salah satu bukti, orang minang telah mengamalkan Pancasila dalam tatanan kehidupan sehari-harinya, bisa dilihat penerapan musyawarah mufakat menjadi identitas masyarakat minang dan merupakan prinsip utama dalam mengambil keputusan.

Guspardi Gaus yang pernah menjabat sebagai anggota DPRD Sumbar tiga periode ini melanjutkan, empat pilar kebangsaan juga sangat penting dipahami dan ditanamkan pada generasi bangsa Indonesia. Karena, banyak kepentingan bangsa lain terhadap Indonesia di era globalisasi yang dapat melunturkan pemahaman kebangsaan masyarakat Indonesia.

“Untuk itu, empat (4) pilar kebangsaan ini harus kita maknai sebagai alat untuk membangun bangsa kita sendiri,” ujarnya.

Guspardi meyakini tokoh ulama se Kabupaten Agam mendambakan kehidupan bermasyarakat yang jauh dari paham radikalisme.

Karena itu, menurut Pak Gaus biasa sapaan top Guspardi Gaus di Senayan DPR RI,  dalam setiap kesempatan dia mendorong agar ulama menjadi garda terdepan dalam menyuarakan konsep kecintaan pada NKRI.

“Tokoh Sumbar telah memperjuangkan kemerdekaan dengan tumpah darah dan pertarungan pemikiran. Oleh karena itu tidak akan mungkin rasanya radikalisme bisa tumbuh di Minangkabau yang menjunjung tinggi ABS-SBK,” pungkasnya.(ans)