Spending Money, Efek MotoGP Sampai ke Padang Bay

oleh -107 views
Presiden Jokowi tengah menyaksikan MotoGP Mandalika yang sebelum start sirkuit disirami hujan, Minggu 21/3-2022. (dok/twitter @jokowi)

Bali –Umbah hanyalah pedagang kecil di Padang Bay Provinsi Bali, hidupnya sudah merana dua tahun lebih.

Pasalnya geliat pelabuhan Padang Bay sontak berhenti sejak pandemi covid-19, tapi MotoGP, Pertamina Grand Prix Of Indonesia membuat Umwah dan banyak pedagang lain di pelabuhan antar pulau itu terseyum lagi.

“Syukur pak ramai sejak 14 Maret 2022 sampai Senin 21 Maret, pelabuhan Padang Bay bergeliat kembali,” ujarnya, Senin 21/3-2022.

Itulah spending money (menghabiskan uang) efel MotoGP Mandalika, ternyata tidak dirasakan oleh Mandalika dan Mataram saja. Tapi sampai ke Padang Bay merasakan multi efek gelaran MotoGP perdana di Indonesia yang sebelumnya dengan nama beda 1996 dgelar di Sentul ‘Grand Prix sepeda motor Indonesia’.

Selain itu efek uang berputar dari penonton yang datang se Indonesia bahkan manca negara dirasakan juga oleh rental mobil dan ojek car online

Pada puncak MotoGP Pertamina Grand Prix Indonesia di Sirkuit Mandalika, Minggu 20 Maret 2022 ada yang pukul enam pagi seperti ojek car online telah berpenghasilan Rp 1,8 Juta.

Menurut Dirut Injourney yang mengawaki gelaran iven internasional MotoGP Dony Oskaria tujuan bankit, bergeliat dan bergairah dunia pariwisata dan ekonomi pasca dilamun pandemi covid-19 menjadi target penting dari gelaran internasional yang disaksikan langsung Presiden RI Joko Widodo.

“Jadi untuk merancang ivent itu jangan dilihat untung dari ivent inti, tapi lihat juga efek dari iven itu ke pelaku ekonomi lain dan jauh dari Mandalika,” ujar Dony Oskaria, Selasa 22/3-2022.

Dony Oskaria menegaskan bahwa Penyelenggaraan MotoGP dirancang sebagai trigger bagi pertumbuhan ekonomi NTB.

“Ini adalah awal dari perubahan konsep pengembangan pariwisata yang berbasis kepada destinasi, di mana selama bertahun tahun pariwisata kita terfokus kepada marketing base, pada akhirnya kita mengembalikan kepada destination based tourism development,” ujar Dony Oskaria di whatsapp TOP100, Senin 21 Maret 2022.

KEK Mandalika dengan keindahan alam yang menakjubkan hanya membutuhkan “traffic puller” dalam bentuk attraction.

“Jika kita mencermati ada tiga parameter yang kami setting di dalam gelaran MotoGP Pertamina Gran Prix of Indonesia;

1. sebagai sebuah korporasi harus mengupayakan memperoleh keuntungan.

2. sebagai badan usaha milik negara harus memberikan dampak kepada ekonomi masyarakat dan daerah dalam bentuk multiplier effect, baik itu bagi penyediaan lapangan kerja maupun produk dan jasa.

3. mendapatkan media exposure yang luar biasa, dengan 440 juta penonton MotoGP seluruh dunia ditambah dengan engament social media serta berita-berita sebelum dan sesudah. menjadikan Madalika dikenal seluruh dunia,”ujar  Dony Oskaria menjelaskan detil.

Tentu saja kata Dony penyelenggaraan perdana belum sempurna. Banyak hal-hal yang masih harus diperbaiki.

“Terutama kesiapan infrastruktur pendukung, karena itu saya mohon maaf atas ketidaknyamanan usai penyelenggaraan MotoGP,” ujar Dony Oskaria.

Di bagian lain Dony Oskaria mengatakan selain Mandalika pihaknya sedang banyak mengembangkan 10 project lagi berbasis destinasi.
Di antaranya;

Pertama, pengembangan rumah sakit international Sanur dengan luas 43 hektar bekerjasama dengan mayo clinic.

“Ini untuk menahan outflow devisa karena 2 juta orang indonesia yang berobat ke luar negeri dengan devisa Rp 200 triliun. Kita mengembangkan health tourism,” ujar Dony Oskaria.

Kedua Penataan ulang Taman Mini Indonesia Indah (TMII), ketiga Masterplan pengembangan Borobudur.

“Pengembangan kota lama Semarang, Pelabuhan Yarch dan Cruise Tanjung Benoa,” ujarnya.

Lanjut rencana berbasis destinasi Siak Riverside, Harbour City Bakauheni.

“Pembangunan Kereta Api Wisata Sawahluto, dan lainnya. Insya Allah kerja ini mendapat supor dari Pak Presiden Joko Widodo dan bapak menteri terkait dari project ini,” ujar Dony Oskaria. (***)