Sssttt, PKS Upayakan Mahyeldi-Andre Rosiade Berpasangan

282

*Andre  : Tunggu Saja Putusan Final*

Ups, Mahyeldi-Andre Rosiade (kanan) berpasangan benarkah? (foto: doc)

Padang,—Putaran politik Kota Padang jelang Pilkada 2018 sepertinya secepat pergerakan waktu. Hari per hari bahkan jam per jam konstelasi politik berubah menandakan politik tidak bersifat statistik.

Berita di berbagai media harian hari ini, publik Padang disuguhi penggodokan pasangan Mahyeldi Ansyarullah dengan Andre Rosiade untuk bertarung ke Pilkada Padang 27 Juni 2017 mendatang.

Operasi senyap ala PKS Padang sepertinya elite PKS bekerja berdasarkan hasil survey dan peluang besar untuk memenangi Pilkada Padang.

Terjadi perubahan langkah politik ini karena berbagai faktor pertimbangan. Pertama PKS Padang tidak bisa mengusung sendiri pasangan calon dan kedua, memilih Andre Rosiade yang merupakan ‘anak emas’ Gerindra justru keberuntungan besar dan langkah menang dinilai PKS sangat besar peluangnya ketimbang Mahyeldi disandingkan dengan calob lain.

Informasi dikutip dari Posmetro Padang, sebenarnya sudah santer sejak beberapa bulan lalu, kalau mahyeldi berpasangan dengan Andre, tapi meredup kembali seiring bermunculannya para kandidat yang berminat maju dalam pertarungan lima tahunan itu.

Namun, beberapa hari lalu, sejumlah pentolan DPD PKS Padang dan DPW PKS Sumbar ‘tercium’ oleh pers sedang melakukan pembicaraan di sebuah rumah makan di kawasan GOR H Agus Salim Padang.

Menurut Posmetro Padang, dikutip media ini di internal PKS, setelah melakukan pengkajian, ternyata yang paling pas untuk “memastikan” kemenangan di Pilkada Padang nanti, adalah merangkul calon yang potensial.

Nama Andre disebut, karena hasil sejumlah survei akhir-akhir ini, menempatkan alumni SMAN 2 Padang pada tingkat elektabilitas (keterpilihan) tinggi.

Apalagi, Andre Rosiade juga disebut-sebut telah mengantongi restu dari DPP Partai Gerindra, untuk turun gelanggang ke Padang dari Wakil Ketua DPP Gerindra Fadli Zon dan Ketua Umum Prabowo Subianto. Mahyeldi juga dikatakan sudah merasa sreg. Apalagi, PKS dan Gerindra, adalah dua partai yang telah bersepakat untuk berkoalisi nasional sejak Pilpres 2014 lalu.

“Saya rasa ini tinggal memastikan koalisi dan menunggu SK dari DPP masing-masing partai saja. Setelah itu, bisa langsung dideklarasikan, didaftarkan ke KPU  dan terus bekerja untuk memenangkan Pilkada Juni mendatang. Saya yakin, pasangan ini bisa mengalahkan pasangan-pasangan lain yang mulai muncul,” kata sumber di tulis harian Posmetro.

Bocoranya, pertemuan Senin (9/10) malam yang dihadiri Ketua DPD PKS Padang Gufron, Sekretaris DPD PKS Padang Muharlion, Wakil Ketua DPW PKS Nurfirmanwansyah, Anggota DPRD Sumbar Rafdinal dan Wakil Ketua DPD PKS Padang Arnedi Yarmen itu, untuk memastikan kesediaan Andre Rosiade menjadi pendamping Mahyeldi. Namun, belum diketahui, apakah pasangan ini telah sama-sama setuju atau belum sampai tadi malam (Rabu) masih dikutip Posmetro Padang, Ketua DPD PKS Padang H Gufron mengakui adanya pertemuan dengan Andre Rosiade. Dia menyebutkan, pertemuan memang dilakukan di kawasan GOR H Agus Salim. Kedua belah pihak memastikan rencana koalisi Partai Gerindra dengan PKS. Namun, Gufron belum memastikan soal  pasangan calon.

“Kami bertemu membahas koalisi PKS-Gerindra dan Pilkada Padang. Namun, belum memutuskan apa-apa. Yang pasti, hasil pertemuan itu langsung dibawa ke DPW PKS Sumbar, dan diteruskan ke DPP PKS di Jakarta,” sebut mantan anggota DPRD Padang ini.

Alumni Fakultas Sastra Unand ini menyebutkan, sampai hari ini, belum dapat dipastikan siapa yang akan mendampingi Mahyeldi. Nama Andre memang masuk dalam daftar. Katanya, nama-nama itu sudah ada di DPW dan DPP dan sedang dilakukan pengkajian.

“Kami masih menunggu hasil saringan dan penetapan dari DPP PKS. Setelah itu baru bekerja untuk Pilkada,” katanya.

Sementara itu Ketua DPW PKS Sumbar H Irsyad Syafar mengaku tidak mengetahui secara pasti tentang pertemuan DPD PKS dengan Andre Rosiade. Namun, menurutnya, hal itu adalah kewenangan dari DPD PKS Padang, untuk lebih memastikan, siapa calon yang akan diusung bersama Mahyeldi.

“Soal pasangan Mahyeldi-Andre Rosiade kami belum bisa bicara banyak. Karena belum ada kesepakatan berbentuk SK DPP. Saat ini, DPP PKS dan Gerindra masih melakukan kajian. Tunggu saja, kalau sudah ada keputusan DPP, kami sampaikan ke masyarakat Kota Padang,” sebut anggota DPRD Sumbar ini.

Sementara itu Andre Rosiade didesak apakah berpasangan dengan Mahyeldi pada Pilkada Padang memilih bungkam dan menyerahkan keputusan itu ke DPP Partai Gerindra. (*/wanteha)

BAGIKAN