Style Paten Pak Nanuk, 200 Peserta Terkesima tentang Leadership Era VUCA

oleh -446 views
oleh
446 views
Style hebat Pak Nanuk buat terkesima 200 peserta NDC ICMI 14 April 2023 lalu, saat ini Era VUCA peminpin harus miliki 6 sifat kritis. (dok)

Padang, — Yang tercecer di gelaran hebat National Leader Camp (NLC) ICMI Sumatera Barat 14 April 2023 di Ballroom Hotel UNP, Tapi penting karena 200 peserta terkesima melihat style dari pemateri Wakil Rektor Bidang TI dan SDM UNAND Insanul Kamil.

Wajar Pak Nanuk biasa Insannul Kamil disapa banyak kalangan di nasional maupun Sumbar, punya style paten ketika memberikan pencerahan dan motivasi yang luar biasa, Pak Nanuk bisa melihat audines kalangan intelektual atau calon intelektual, bahasa tubuhnya pun dipahami oleh audiens yang menyimak materi, dialog pun cair karena interaksi tidak menoton antara Pak Nanuk dengan audiens. Apalagi Pak Nanuk kelas pematerinya sudah nasional dan internasional.

Pada NLC-ICMI seminggu sebelum Idul Fitri Insannul Kamil mengangkat tema Transformasi Leadership Era VUCA yang dimulai dengan terjadinya mega shifting yang dipengaruhi oleh kemajauan teknologi dan inovasi digital secara eksponensial serta perubahan geopolitik global yang telah merubah ekosistem kehidupan, sedang terjadi reset dunia menuju peradaban baru. VUCA apaam tuh, buat heran para peserta NLC? Menjawab itu tak perlu lama memhaminya simak saja pasti bro and sis paham.

Dr. Insannul Kamil secara terstruktur dan ringkas menjelaskan tentang respon yang harus diberikan saat memimpin di era VUCA yang terjadi saat ini.

VUCA merupkan singkatan dari 4 terminologi yaitu Volatile (bergejolak), Uncertain (ketidakpastian), Complex (kompleks) dan Ambigous (ambigu).

Dengan narasi yang didukung dengan kekuatan data yang disiapkan detail Insannul Kamil mampu memukau seluruh peserta yang memenuhi ruangan tempat acara Ramadhan Leadership Camp ICMI Sumbar yang merupakan program unggulan pengurus Pusat Ikatan Cendekiawan Muslim Se-Indonesia (ICMI), yang diikuti oleh perguruan tinggi, organisasi masyarakat dan kepemudaaan, pengurus ICMI dan sektor bisnis di Sumatera Barat.

Style panggung Pak Nanuk (Insannul Kamil). (dok)

Insannul Kamil dengan style panggungnya menegaskan soal tidak ada kesempatan, maka tugas peserta semua membuat kesempatan itu ada.

Pak Nanuk oleh kalangan media di Indonesia menjelaskan pentingnya merespon perubahan yang sedang terjadi dengan memimpin melakukan transformasi dengan mindset baru dengan mengadopsi prinsip-prinsip VUCA.

Volatile merupakan situasi yang bergejolak yang menunjukkan dinamika dan kecepatan perubahan yang harus direspon dengan efektif dengan mengeser cara berfikir reaktif menjadi proaktif.

Uncertain merupakan situasi yang penuh dengan ketidakpastian, prediktabilitas menjadi hilang seiring dengan ketiadaan kesadaran dan pemahaman terhadap peristiwa yang terjadi, sehingga akan dituntut kemampuan untuk mengambil keputusan berdasarkan informasi yang tidak pernah cukup.

Complex telah menghadirkan situasi dengan tingkat kerumitan tinggi yang memberikan tantangan untuk dapat mengambil tindakan untuk mendorong perubahan yang diperlukan.

Ambiguous merupakan kehadiran situasi yang tidak jelas yang telah mengaburkan realitas, berpeluang salah dalam memahami dan munculnya kebingungan terhadap sebab akibat sehingga akan memberikan tantangan pentingnya untuk memahami setiap permasalahan dengan keterbatas pemahaman.

Pak Nanuk menutup presentasinya dengan 6 sifat kritis yang harus dimiliki seorang pemimpin di era VUCA yaitu objektif, percaya diri, empati, integritas , realistis, demokrasi dan praktis.

Luar biasa ilmu dan pengetahuan serta informasi up to date situasi dunia dan bisnis hari ini yang didapatkan dari Insannul Kamil komentar yang diberikan oleh hampir seluruh peserta.

Tokoh Nasional asal Sumatera Barat Guspardi Gaus yang juga menjadi pembicara dengan nada terharu mengatakan sangat hebat semua yang disampaikan oleh Pak Nanuk Wakil Rektor UNAND ini kepada kita semua hari ini.

“Saya jujur sangat menyesal kalau tidak sempat hadir pada acara ini karena apa yang beliau (Pak Nanuk, red) sampaikan sangat sangat luar biasa dan memberi wawasan yang luas terkait permasalahan dan kemajuan teknologi dan akibat yang akan kita hadapi bersama,”ujar Gusparsi Gaus dengan penuh semangat.

Buya Shofwan Karim mantan Rektor UMSM dan Ketua Muhammadiyah Sumbar juga menyampaikan satu hal yang sangat diapresiasi beliau yaitu kutipan yang diambil Pak Nanuk dari Peter Drucker bahwa bahaya terbesar pada saat terjadi goncangan bukanlah pada goncangannya, namun menyikapi dengan pemahaman tertinggal.

“Pak Nanuk manyampaikan dengan penjalasan dan narasi sangat baik,”ujar Buya Shofwan Karim.

Prof. Musliar Kasim mantap Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan yang saat ini sebagai Ketua ICMI Sumateta Barat terlihat sangat serius mendengarkan sesi kepemimpian era VUCA yang disampaikankan Pak Nanuk dan tidak beranjak dari tempat duduknya bersama pengurus ICMI Sumbar sampai selesainya pemaparan yang disampaikan Pak Nanuk.

“Patut diberi standing aplause atas penyampaian pas dengan style hebat dari Pan Nanuk tadi,” ujar Musliar Kasim yang 15 April 2023 kembali jadi Ketua Orwil ICMI Sumbar secara aklamasi. (adr)