Suara April Film untuk Relawan Demokrasi

oleh
Suara April kisahkan kerja keras relawan demokrasi isi kekosongan aktifitas politik sebuah kampung, KPU Sumbar gelar Nobar di XXI Plaza Andalas Padang, Senin 15/4 (foto: ichobb)

Padang,—‘Suara April’, judul film bergenre drama, film terinspirasi dari perjuangan relawan demokrasi, siang tadi disuguhkan buat publik Sumatera Barat (Sumbar).

KPU Sumbar menggelar nonoton nareng bersama masyarakat di Cinema XXI, plaza Andalas kota padang, Senin 15/4/.

Film Suara April diproduseri Darius Sinathrya diangkat dari karya Sutradara Emil Heraldi dan Wicaksono Wisnu Legowo, berkisah tentang seorang pendidik dan relawan demokrasi yang mencoba mempengaruhi orang-orang di sekitar mereka untuk menggunakan hak suaranya dalam meningkatkan kesadaran kepada Pemilu.

Film berdurasi 90 menit itu, menceritakan suatu kampung bernama Rampang Selatan, kampung nan memiliki ketertarikan sangat besar pada Orkes Melayu dan dangdut.

Semua acara yang mengundang Orkes Melayu pasti ramai dikunjungi warga.Ini sangat bertolak belakang ketika menggelar Pemilu. Tercatat, sudah 15 tahun pemilu baik Pilpres maupun Pileg tidak dilaksanakan di desa ini.

Konflik pun terjadi, setelah KPU RI mendelegasikan relawan demokrasi, Chandra yang diperankan oleh Bio One ditugaskan melakukan penyuluhan dan mengeluarkan Kampung Rampang dari kekosongan aktivitas politik.

Namun, untuk bisa melaksanakan tugasnya, kepala desa mensyaratkan Chandra harus mendapatkan izin dari Djohari, pentolan kampung yang juga merupakan pemimpin Orkes Dangdut.

Djohari diperankan Almarhum Torro Margens pun tidak menyetujui diadakannya penyuluhan Desa Rampang Selatan lantaran memiliki masa lalu yang kurang baik dengan Rosalina yang diperankan Dewi Gita, seoranhlg Caleg yang sedang berkampanye pada Pemilu.

Sementara Nurlaila, seorang guru yang diperankan Amanda Manoppo, anak dari Djohari membantu Chandra melakukan segala cara mendorong warga menyadari pentingnya menggunakan suara mereka dengan harapan bisa membantu desa yang memiliki berbagai keterbatasan.

Salah satu dilakukan Chandra dengan memberikan penyuluhan di sekolah tempat Nurlaila mengajar untuk menunjukkan bahwa satu suara sangat penting bagi keutuhan Indonesia dengan cara unik, yaitu merangkai potongan-potongan puzzle.

Dinamika film juga dibangun dengan menampilkan persaingan Caleg bernama Rosalina dan Jimmy yang berebut kursi legislatif. Muak berkompetisi dengan cara-cara kotor,  Rosalina mengajak Jimmy untuk bersaing sehat dan mengampanyekan pemilu damai.

Lantas, berhasilkah upaya Chandra dan Nurlaila? Untuk menjawabnya, Anda perlu menonton Suara April secara langsung.

“Nobar film ini merupakan satu dari sekian model  sosialisasi KPU Sumbar dalam mengajak masyarakat menggunakan hak pilihnya.”ujar Komisoner KPU Sumbar Gebril.

Mantan wartawan Pasang Ekpsres ini menyebutkan sebenarnya film itu diproduksi pada Januari 2019 dan baru ditayangkan pada April 2019 jelang pemilihan umum.

Dikatakan Gebril, film ini sangat bagus untuk menggugah masyarakat menggunakan hak pilihnya karena menceritakan tentang perjuangan untuk meningkatkan partisipasi pemilih.

“Film ini tidak hanya bagus untuk Pemilu 2019 saja, namun juga untuk Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada),”ujarnya. (ichobb)