Sumbar Tidak Personal Mahyeldi, HM Nurnas: Jenderal Perang Covid-19 di Sumbar itu Mahyeldi!! 

oleh -155 views
HM Nurnas sebut kondisi covid-19 Sumbar kritis, Gubernur Mahyeldi jangan lepaskan tongkat Komando Satgasnya lah, Rabu 28/7-2021. (foto: dok)

Padang,—Video rekaman Gubernur Sumbar Mahyeldi yang mengatakan urusan pemerintahan itu banyak. Jangan kaitkan urus Sumbar itu dengan personal Mahyeldi.

Pemerintahan itu satu kesatuan, Dinas Kesehatan urus soal kesehatan, Dinas PUPR urus infratsruktur, ada Wakil Gubernur.

Tapi, menyikapi video Mahyeldi diunggah ke berbagai platform media sosial membuat Anggota DPRD Sumbar HM Nurnas miris dan geleng-geleng kepala.

Kata HM Nurnas jika covid-19 ini adalah perang tanpa senjata, maka Jenderal perang di Sumbar itu Mahyeldi.

“Pak Gubernur itu jenderalnya, Pak Mahyeldi itu Ketua Satgas penanganan covid-19, artinya Pak Mahyeldi itu pemegang tongkat komando. Tapi kok bilang urus Sumbar tidak personal Mahyledi,” ujar HM Nurnas usai melihat video Gubernur yang tershare ke berbagai group whatsapp, Rabu 28/7-2021.

Harusnya kata HM Nurnas sebagai jenderal atau komandan, mestinya Buya Mahyeldi tetap genggam erat penanganan covid-19.

“Jangan bapalapeh dan mailak (lepas dan mengelak). Penanganan covid-19 ini ibarat peperangan. Pak Gubernur Mahyeldi sebagai panglima atau jenderalnya mesti selalu berada di medan perang covid ini setiap hari, sehingga dilihat sama rakyat panglimanya sedang bertempur habis-habisan. Bukanya pergi ke daerah-daerah urus urusan yang tidak urgent,”ujar politisi senior Partai Demokrat Sumbar ini.

“Pak Mahyeldi, Buya Mahyeldi,” kata HM Nurnas pertempuran sesungguhnya sekarang adalah melawan covid-19.

“Gubernur sebagai panglima harus ada di medan tempur tiap hari, kesampingkan dulu yang lain lah, ” ujar HM Nurnas yang masih bersitungkin membahas RPJMD Sumbar 2021-2026.

Melihat kondisi kekinian penanganan covid-19, sebut saja angka kematian pasien positif covid-19 tinggi, kasus positif covid-19 meledak, oksigen rumah sakit rujukan sudah SOS. Rakyat sudah angkat bendera putih karena terdampak penanganan covid-19. 400 dokter terpapar covid-19 bahkan 40 dirawat. Tenaga laboratorium belum dapat insentif.

“Situasi sudah kritis, gubernur harus terdepan di medan tempur melawan covid-19 ini. Jangan disuruh wakil atau kepala dinas itu berarti jenderal lari dari medan perang, harusnya Buya Mahyeldi bersama-sama dengan jajarannya dan stakeholder Sumbar lain. Ingat kita kini sadang melakukan perang total melawan covid, ampuun, “ujar HM Nurnas wakil rakyat Sunbar tiga periode ini. (iko)