Sungai Nyalo Terbaik, karena Lompatan Quantum

oleh -1,438 views
oleh
1,438 views
Andrianof Chaniago bincang soal Sungai Nyalo dan Mandeh dengan insan pers Padang, Jumat 19/5 di Padang.
Andrianof Chaniago (tengah) bincang soal Sungai Nyalo dan Mandeh dengan insan pers Padang, Jumat 19/5 di Padang.

Padang,—Dulu daerah itu tidak ada apa apa sekarang menjadi apa-apa karena mampu melakukan lompatan quantum di bidang pariwisata.

Itulah Sungai Nyalo menjadi desa atau nagari pariwisata terbaik nasional. Kriteria penilaiannya ternyata percepatan pembangunan pariwisata termasuk mindset masyarakat berubah cepat.
“Masyarakatnya dari antipati terhadap pariwisata, bahkan dulu anak nagari di sana berikap apatis terjadap pariwisata, namun potensi Nagari Sungai Nyalo menjadi pilot project destinasi kawasan Mandeh, warga di sana menjadi sadar dan ramah wisata,”ujar motivator Kawasan Mandeh Andrianof Chaniago saat diskusi ringan dengan insan pers Sumbar, Jumat, 19/5 di Hotel Mercure Padang.
Apalagi sekarang wellcome masyarakat di Sungai Nyalo terhadap kunjungan wisata sangat luar biasa.
“Pengunjung tarok motor saja di spot Sungai Nyalo tidak bakalan hilang, ini perubahan Sungai Nyalo yang berubah dari tidak ada apa apanya menjadi apa-apa sekarang,”ujar pemerhati pariwisata Sumbar Yunando.
Lompatan quantum Sungai Nyalo kata Andrianof justru menjadi apresiasi nagari lain di sekitar Mandeh.
“Nah perubahan prilaku cepat warga Sungai Nyalo ini terhadap potensi nagarinya yang layak jual, harus diikuti oleh perangkat nagari di Sungai Nyalo karena keberhasilan pariwisata kedepan harus berbasiskan masyarakat yang pimpinannya adalag Wali Nagari atau Kepala Desa,”ujar Andrianof.
Bahkan anehnya dan menjadi pikiran Andrianof, ada petugas pendamping desa program Kemendes PTT, telah dua tahun program percepatan nagari wisata Sungai Nyalo dia tidak menemukan petugas itu.
“Padahal petugas pendamping desa itu digaji oleh program Kemendes PTT kok tidak pernah jumpa sama relawan pemberdayaan pariwisata di Sungai Nyalo ya,”ujarnya.
Jangan salah kata Andrianof kalau melihat program wisata Kawasan Mandeh sektarian, yaitu proyek Pessel atau Kecamatan Tarusan. Padahal kawasan Mandeh itu program nasional, keinginan presiden Jokowi, harusnya semua elemen di Sumbar satu visi.
“Sungai Nyalo adalah mutiara terpendam di negeri sejuta pesona. Ini pintu gerbang yang perdaban masyarakatnya sudah sangat siap untuk masuk ke destinasi hebat lain yakni Kawasan Mandeh disebut Raja Ampatnya Sumatera,”ujarnya.
“Dan Kawasan Mandeh dibenahi sebagai destinasi wisata sudah seizin Presiden Jokowi, aneh kalau saling ribut, mestinya pemerintahan seluruh tingkatan di Sumbar sevisi benahi Mandeh, dampaknya multi efect ke semua daerah di Sumbar,”ujar Andrianof.(erwan)