Sutan Riska Datang, Kini Mbah Diiyem Nggak Nangis Lagi

oleh -113 views
Sutan Riska hibur Mbah Diyem, Minggu 6/9 (foto: dok)

Dharmasraya,– Bupati Dharmasraya, Sutan Riska Tuanku Kerajaan datang, Mbah Diyem pun berhenti menangis.

Itulah Sutan Riska yang tak pernah setop menjalin tali asih kepada warganya. Walau di tanggal merah, Sutan Riska tetap mengunjungi warganya yang berkesusahan.
Minggu, 6/9 usai menjalankan satu agenda di Bukit Mindawa.

Bupati Sutan Riska bertolak ke Nagari Gunung Medan tepatnya di Jorong Lubuk Aur untuk menemui Mbah Diyem, warga lansia yang berumur 80 tahun mendapatkan musibah rumahnya terbakar belum lama ini.

Sesampainya di halaman rumah Mbah Diyem, Bupati Sutan Riska sudah ditunggu Ketua DPRD Kabupaten Dharmasraya, Paryanto, Perangkat Nagari Gunung Medan, serta dinas terkait, yang sudah dahulu menemui si mbah dengan membawa bantuan yang dibutuhkan, seperti bahan makanan pokok, selimut, dan lainnya.

Tangis si Mbah Diyem pecah saat Bupati Sutan Riska ucapkan Salam. Beliau, Si Mbah, menceritakan kondisi yang sedang ia alami. Bupati pun tampak langsung merangkul tangan serta bahu Mbah Diyem.

“Ini musibah kita bersama mbah. Yang tabah ya mbah, sabar..,” ujar bupati yang merasa terenyuh, mencoba menghibur dan menenangkan Mbah Diyem pun mahfum dan tangis lelaki tua itu pun berhenti.

Bupati Sutan Riska lalu berjalan bersama ke arah bangunan semi permanen yang sudah rata dengan tanah. Setelah melihat kondisi rumah Mbah Diyem yang terbakar, Bupati lalu memberikan bantuan yang telah disiapkan oleh pemerintah melalui Dinas Sosial P3APPKB, mulai dari peralatan, bahan pangan, serta uang tunai, sebagai wujud kepedulian pemerintah daerah atas musibah yang menimpa Mbah Diyem.

Ketua DPRD Dharmasraya, Paryanto, pada kesempatan itu juga mencoba menghapus pilu warganya tersebut. Ia mengajak warga setempat, mengajak perangkat jorong, hingga nagari mulai hari ini untuk membantu Mbah Diyem.

Salah satunya dengan cara bergotong royong membersihkan puing-puing kebakaran, serta bersama-sama ikut membantu Mbah Diyem untuk membangun kembali rumah yang layak untuk Mbah Diyem bersama anaknya untuk bertempat tinggal. (ms/rls/eng)