Tak Pedulikan Fitnah dan SP 1 Hendri Arnis Terus Berbuat

oleh -645 views
Walikota Padang Panjang Hendri Arnis rombak kebiasaan jumpa pers datangi wartawan satu satu, di sela-sela jamuan makan siang peringatan Hari Pahlawan di kediaman dinasnya, Jumat 10/11. (foto: humas)
Walikota Padang Panjang Hendri Arnis rombak kebiasaan jumpa pers datangi wartawan satu satu, di sela-sela jamuan makan siang peringatan Hari Pahlawan di kediaman dinasnya, Jumat 10/11. (foto: humas)

Padang Panjang,—Seperti tidak ada beban meski fitnah ditangkap polisi dan kena SP 1 Gubernur Sumbar mendera, Walikota Padang Panjang Hendri Arnis, terus berimprovisasi berbuat terbaik untuk kota yang dipimpinnya.

Seperti usai rangkaian upacara peringatan Hari Pahlawan 10 Nopember 2017 di Kota hujan Padang Panjang, Wako Hendri Arnis mengadakan silaturahmi dengan para veteran pejuang dan ibu ibu warakauri se-Kota Padang Panjang di Kediaman Walikota. Turut hadiri Forkopimda, Sekda dan Kepala OPD Pemko Padang Panjang.

Pada jamuan makan siang, menarik Hendri Arnis menggelar jumpa pers, saat itu ruangan dalan rumah dinas wako itu sudah ditata sedemikian rupa. Meja bulat untuk pers sebagai penanya dan meja panjang didepan ruangan untuk Wako dan kepala OPD sebagai pemberi keterangan dan menyampaiikan ekspose tentang Padang Panjang kekinian.

Namun, Wako Hendri Arnis serta merta merubah tata acara yang kaku tersebut. Wako  segudang inovasi ini malah ‘hunting’ berkeliling menjambangi meja wartawan satu persatu.

Baa kaba, baa informasi kini, kiro-kiro apo nan patuik kito buek untuk Padang Panjang (bagaimana kabar, apa informasi sekarang, kira-kira apa nan pantas kita buat untuk Padang Panjang),” tanya Hendri Arnis dan seabrek pertanyaan konstruktif  lainnya kepada rekannya, wartawan Padang Panjang.

Memang tak lazim, namun asyik jadinya. Wako Hendri Arnis memutar balikan fakta.

“Meski kemarin difitnah dan di SP 1 gubenur toh Pak Wali tanpa beban saja berhadapan wartawan,”ujar seorang jurnalis menyelutuk berbisik ke rekan sebelahnya.

Asyik padahal biasanya, jika acara jumpa pers, si wartawan lah yang jadi penanya dan pihak pemerintah atau kepala daerah yang menjawab.

Jumpa pers gaya baru, sambil ngopi dan tertawa lepas haha hihi tersebut, berlangsung hingga adzan sholat jumat berkumandang.– (rilis humas-protokoler).