Tenaga Honorer Harus Diprioritaskan jadi ASN, Pak Gaus: Jangan Head to Head

oleh -686 views
oleh
686 views
Guspardi Gaus sebut harus ada skala prioritas dan passing grade yang berpihak kepada Honorer K2 dan lama mengabdi jadi ASN, Rabu 28/2-2024.(faj)

Jakarta,— Jelang penerimaan Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) 2024, Anggota komisi II DPR RI Guspardi Gaus minta prioritaskan tenaga honorer jadi ASN.

Menurut Guspardi Gaus sudah tidak ada lagi alasan bagi pemerintah untuk mengulur-ulur penuntasan pengangkatan tenaga honorer . Penuntasan pengangkatan tenaga honorer ini menjadi solusi bagi pemerintah guna menghindari pemecatan tenaga honorer secara massal.

Sebagaimana yang diamanatkan UU ASN No 20 tahun 2023 bahwa tidak ada pemecatan terhadap tenaga honorer dan harus dituntaskan menjelang Desember 2024.

“Pemerintah harus dapat menjamin dan memberikan kepastian hukum dengan memprioritaskan tenaga honorer di seluruh Indonesia untuk dapat diterima menjadi ASN, paling tidak mereka dimasukkan dalam formasi PPPK,”ujar  Guspardi, Rabu 28/2-2024.

Menurutnya proses seleksi sampai penetapan tenaga honorer menjadi ASN atau PPPK merupakan tahapan yang sangat krusial, terkhusus perihal administrasinya. Di mana tahapan pengangkatan tenaga honorer meliputi penataan, kedua proses verifikasi data dan terakhir adalah validasi.

“Sepatutnya pemerintah tidak menyamakan persyaratan pengangkatan tenaga honorer yang telah lama mengabdi dengan calon yang baru saja akan menjalani tes CASN. Langkah memberikan aturan khusus bagi tenaga honorer yang sudah lama mengabdi akan memberikan keadilan bagi mereka yang telah lama menanti pengakuan atas dedikasi dan kontribusi yang telah diberikan kepada negara,”ujar Politisi PAN ini.

Legislator asal Sumatera Barat itupun memahami dalam aturannya dipersyaratkan bahwa setiap orang ingin menjadi ASN harus melalui tes terlebih dahulu.

Meskipun begitu kata Guspardi Gaus, standar passing grade nya harus dibedakan antara pelamar baru atau fresh graduate dengan mereka yang sudah lama mengabdi bahkan sudah berusia lanjut dan mendekati pensiun.

“Makanya pemerintah perlu menetapkan skala prioritas dan kebijakan khusus untuk tenaga honorer kategori 2 (K2) yang sudah lama mengabdi,”ujar Guspardi yang mulai santer di media sosial maju di Pilkada Sumbar.

Terlebih lagi, kata Guspardi pemerintah juga pernah menjanjikan pengangkatan tenaga honorer tanpa tes bagi tenaga honorer yang telah mengabdi lebih dari lima tahun secara berturut-turut tanpa terputus.

“Kita minta agar pemerintah membuat skala prioritas bagi pelamar seleksi CASN 2024.. Tahun ini jumlah yang akan mendapatkan formasi itu cukup besar, tentu kita berharap perlu ada skala prioritas yang dialokasikan untuk teman-teman yang sudah lama menunggu pengangkatannya sebagai ASN,” ulas Pak Gaus biasa tokoh Agama dan ICMI ini siapa banyak kalangan di nasional.

Menurutnya tenaga honorer kategori 2 (K2) dan tenaga honorer yang sudah lama mengabdi dan umurnya juga sudah sudah hampir mendekati pensiun, sangat berharap diberikan skala prioritas.

Jangan pula head to head atau dipertarungkan dengan pelamar yang baru tamat kuliah, jelas mereka akan kalah bersaing.

(Guspardi Gaus).

“Rasanya kurang tepat apabila para tenaga honorer K2 dan tenaga honorer yang sudah lama mengabdi dan sudah terbukti kemampuannya harus berebut formasi ASN dengan pelamar umum bahkan fresh graduate,”ujar Pak Gaus yang juga anggota  Baleg DPR RI tersebut.(faj)