Tidak Transparan, Tunggu Jeratan Hukum dan Siaplah Tidur di Penjara

oleh -83 views
Salam Gembok Terbuka (salam keterbukaan), Bupati Pessel Hendrajoni dan ketua serta wakil ketua Komisi Informasi Sumbar bersama peserta Rakor PPID se Pemkab Pessel, Senin 7/10 di Gedung PCC. (foto: ppid-kisb)

Painan,—Bupati Pesisir Selatan (Pessel) Hendrajoni sangat mahfum sekali soal manfaat keterbukaan informasi publik, apalagi Hendrajoni sebelum jadi bupati merupakan anggota Polri yang soal menemukan yang diumpetin adalah ahlinya.

“Terbuka saja, jangan diumpetin dan ditutup-tutupi apalagi soal anggaran yang sumber uangnya dari rakyat, ingat, tidak transparan tunggu sajalah jerat hukum dan bersiaplah pindah tidur di balik jeruji penjara,”ujar Hendrajoni saat membuka Rakor PPID dan BIMTEK Pemilihan PPID Pembantu Terbaik 2019 se Pemkab Pessel, di Painan Convention Center, Senin 7/10.

Bahkan pernyataan Bupati Pessel tersebut, Ketua Komisi Informasi Sumbar, Adrian Tuswandi menilai sebagai inti dari keterbukaan informasi publik.

“Beruntung Pessel punya bupati pak Hendrajoni yang sangat paham terhadap arti penting keterbukaan, karena transparansi anggaran ada keyword sebuah badan publik itu terbuka atau tidak,”ujar Adrian pada penyampaian materi di Rakor tersebut dengan tema disampaikan Pilihan Badan Publik, Terbuka atau Sengketa.

Hendrajoni soal keterbukaan informasi publik menurut Kadis Kominfo sekaligus PPID Utama Junedi tidak disanksikan komitmen dan konsistennya.

“Kami bangga dan menjadi pemicu semua aparatur yang mengurus soal  pengelolaan dan pelayanan keterbukaan informasi publik,”ujar Junedi.

Wakil Ketua Komisi Informasi Sumbar Nofal Wiska pada materinya Mengoptimalkan Layanan Informasi Publik Melalui PPID, mengatakan tahun ini ujian bagi PPID Utama apakah juara bertahan atau tidak.

“Sebetulnya tidak ada alasan lagi bagi PPID di Pessel untuk tidak mampu mengelola dan melayani keterbukaan informasi publik. Punya bupati yang berkomitmen terhadap keterbukaan informasi publik. Lalu PPID secara berkala terus mengupgrade daftar informasi publiknya, walau anugerah keterbukaan informasi di Sumbar, empat kali digelar tidak kenal juara bertahan,”ujar Nofal.

Bupati Hendrajoni sudah terbukti soal komitmen dan konsisten untuk keterbukaan informasi publik. Meski sudah terbaik 2018, tidak diam, Hendrajoni malah makin kencang untuk memperkuat Keterbukaan Informasi Publik, peningkatan DIP Pemkab Pessel dan PPID Utamanya selalu memperkuat PPID Pembantu untuk membangun sinergistas keterbukan Informasi publik di negeri sejuta pesona itu.

“Tapi harus ditingkatkan terus karena jadi terbaik anugerah keterbukaan 2018, itu harus siap mempertahankan, siapkah saudara semua,”ujar Hendrajoni dijawab siap oleh 150 peserta yabg hadir pada Rakor di Painan Convention Center.

Prinsip keterbukaan informasi dibangun PPID Utama Pessel yaitu Cetar.
Cepat Tepat dan Akurat itu yang diharapkan, sebab kata Hendrajoni keterbukaan informasi jangan bertahan dari biasa dikira benar.

“Zaman sudah berubah biasa belum tentu benar, kalau benar lanjutkan kalau tidak hentikan dan ubah, harus transparan jangan disuruak-suruakan karena akan dikejar oleh banyak pihak, kalau kita terbuka tak perlu dikejar lagi oleh penegak hukum dan publik percaya pula. Anggaran OPD itu buka saja jangan diumpetin. Justru diumpetin
pasti ada penyimpangan, polisi dan jaksa akan uber itu, tunggu saja jeruji besi menanti siapa pejabat yang tidak tebuka soal anggaran,”ujarnya.

Karena kata Hendrajoni, kalau tidak ada berada tak mungkin tempoa bersarang rendah. “Jadi buka saja semuanya bukan uang kita uang rakyat kok, saya tekankan transparan saja lah dengan anggaran itu, ya”ujarnya.

PPID Utama 50 Kota Cubit Pessel

Kadis Kominfo sekaligus PPID Utama Limapuluh Kota Fery Cofa, siap rebut terbaik Pessel, Jumat 4/10 (foto: ppid-kisb)

Komisi Informasi (KI) Sumbar telah mengkebut penilaian badan publik tahap ketiga yaitu visitasi dari Kamis 3 Oktober lalu.

Tim Visitasi KI Sumbar menyantorini pertama sekali PPID Utama Kabupaten Limapuluh Kota.

Kadis Kominfor Limapuluh Kota Fery Chofa optimis progres keterbukaan informasi di daerahnya bisa mencubit Pessel yang terbaik 2018.

“Kami punya Peraturan Bupati tentang  Pelayanan Informasi Publik dan juga membangun integrasi dan punya daftar informasi publik, Perbup ini penting karena sebagai badan publik bekerja harus ada dasarnya,”ujar Fery.

Melihat animo PPID Utama Pemkab Pessel Junedi memastikan di hadapan peserta Rakornya, Pessel masih yang terbaik.

“Mohon maaf, tanpa mendahului penilaian Komisi Informasi Sumbar, sampai hari ini kami masih yakin menjadi terbaik di Sumbar untuk kategori Pemkab dan Pemko se Sumbar,”ujar Junedi.

“Kalau bersaing jadi terbaik sah saja, ayo berkompetisi sehat, sebagai sumbangsih kita membangun badan publik yang informatif di Sumbar ini,”sambung Junedi. (rilis: ppid-kisb)