Tim Penilai ke Sitiung ‘Ngapain’

oleh -66 views
Tim penilai kabupaten sehat di kebun salak Albarokah Sitiung. (foto: dok/hms-dms)

Dharmasraya,—Awalnya dianggap seperti tamu nagari biasa saja, tapi begitu tahu, rombongan tamu dari tim penilai kabupaten sehat, bsru walinagari dan perangkatnya terkejut, tapi tim peniki ke Sitiung ngapain?

Tim penilai kabupaten sehat dari Kementerian Kesehatan RI sudah dua hari berada di Kabupaten Dharmasraya. Tim yang dipimpin dr. Soni P. Karoum ke Dharmasraya dalam rangka melaksanakan verifikasi lapangan terhadap ekspose Forum Koordinasi Dharmasraya Sehat (FKDS) yang dilakukan sebelumnya.

Selama di Kabupaten Dharmasraya tim akan berkunjung ke sejumlah tempat. Salah satunya di Nagari Sitiung, Kecamatan Sitiung, Kabupaten Dharmasraya. Di Nagari Sitiung tim melihat dari dekat kegiatan KWT Albarokah dalam menyediakan bahan pangan sehat, pengolahan limbah kotoran ternak menjadi biogas dan sekaligus memperlihatkan pengelolaan beras organik.

Walinagari Sitiung Julisman, usai mendampingi tim penilai kabupaten sehat, mengatakan saat tim berada di KWT Albarokah, untuk surprises pihaknua menyuguhi teh rosela dan minuman susu kedelai. Kedua jenis minuman itu merupakan hasil racikan anggota KWT Albarokah.

“Ini minuman menyehatkan,” kata Walinagari Sitiung Julisman. Warga Nagari Sitiung sudah merasakan manfaat dan kegunaan teh dan susu kedelai ini.

Kedua jenis minuman itu benar benar memberikan manfaat bagi kesegaran tubuh dan kesehatan bagi yang meminumnya. Oleh karena itu KWT Albarokah memberikan kedua jenis minuman untuk tamu dari Jakarta.

Tim penilai kabupaten sehat yang datang dari Jakarta itu didampingi Ketua FKDS H. Syahrul Furqan, SKM, yang juga anggota DPRD Kabupaten Dharmasraya dan juga seorang pengamat kesehatan lokal. Selasai mendapat suguhan minuman sehat, tim juga melihat bagaimana sayuran sehat dihasilkan oleh KWT Albarokah. Dari mulai penyiapan lahan, penyiapan bibit sayuran, pemeliharaan dan perawatan tanaman sayuran sudah dilakukan dengan memperhatikan faktor kesehatan.

“Mereka tidak menggunakan pestisida, dan bahkan menggunakan pupuk kendang hasil olahan sendiri,”ujar Julisman.

Selain melihat bagaimana warga Sitiung menghasilkan bahan pangan yang sehat dan menerapkan pengolahan limbah kotoran sapi menjadi energi, tim penilai kabupaten sehat juga diperlihatkan hasil budidaya salak yang dikembangkan di KWT Albarokah. Beberapa tahun sebelumnya, KWT Albarokah mengembangkan tanaman salak sebagai upaya memenuhi kebutuhan buah buahan bagi warga masyarakat setempat.

Kini tanaman salak sudah mulai berbuah dan sudah memberikan kontribusi kepada pemenuhan kebutuhan buah bagi masyarakat.

Tak lupa Walinagari Sitiung Julisman memperkenalkan BUMNag Sitiung yang telah berperan serta dalam mengolah beras organik. BUMNag Sitiung juga berupaya mendistribusikan beras oraganik yang diolah secara aman dan kemudian didistribusikan kepada masyarakat bekerjasama dengan Dinas Pangan dan Perinagan.

“Alhamdulillah, persoalan kesehatan Insyaalah telah menjadi bahan pertimbangan semua orang, baik dalam hal konsumsi, gaya hidup, berpakaian, bersekolah dan semua aktifitas kehidupan. Bagi kami juara lebih baik, tidakpun warga masyarakat kami sudah menerapkan pola hidup yang berstandar kesehatan,”ujar Julisman.(rilis: hms-dms)