Tingkatkan Kualitas dan Kinerja, Pengelola BUMNag Dilatih

oleh
Kemendes PDTT latih pengelola BUMNag dan kaser pemberdayaan di Padang Pariaman dan Agam, Senin 28/1 (foto: fdb-network)

Padang Pariaman—Masyarakat Sumbar patut bersyukur karena selalu menjadi prioritas aplikasi program Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Trasmigrasi (Kemendes PDTT).

Senin 28/1 melalui Badan Penelitian dan Pengembangan, Pendidikan dan Pelatihan, dan Informasi memberikan pelatihan pengelolaan Badan Usaha Milik Nagari (BUMNag) di Padang Pariaman dan pelatihan kader Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) di Agam.

Menurut staf khusus Mendes PDTT sekaligus Ketua Forum BUMDes Indonesia H Febby Datuk Bangso, kedua pelatihan ditujukan untuk meningkatkan kualitas dan kinerja pengelola Bumnag dan kader Pemberdayaan Masyarakat.

“Kementerian memberikan perhatian serius ke Smbar untuk peningkatan kualitas tersebut, sehingga upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat dapat dicapai,”ujar Febby yang termasuk tokoh kemajuan desa di Indonesia.

Pelatihan pengelolaan BUMNag sendiri untuk meningkatkan kompetensi pengelola.

“Apalagi fokus dana desa 2019 sesuai keinginan Presiden Joko Widodo, kepada pemberdayaan ekonomi dan masyarakat desa, adanya pelatihan pengelola BUMNag di Padang Pariaman mampu mengelolanya secara optimal, berjalan secara kontiniu dan berkesinambungan,” ujar Fasilitator Balai Latihan Masyarakat (Balatmas) Kemendes PDTT Pekanbaru Endang, di sela-sela kegiatan di Kantor Walinagari Lubuak Pandan, Kecamatan 2 X 11 Enam Lingkung, Padang Pariaman.

Pelatihan puluhan peserta, berasal dari BUMNag se-Kabupaten Padangpariaman dan perwakilan BUMNag se-Sumbar. “Pelatihan digagas untuk semakin meningkatkan pemahaman dan kemampuan para pengelola Bumdes/Bumnag sehingga berdampak meningkatkan pendapatan,”ujar Endang.

Terobosan yang dilakukan Kemendes PDTT ini mendapatkan apresiasi dari Camat 2 x 11 Enam Lingkung, dan Walinagari Lubuk Pandan. Mereka berharap melalui pelatihan ini dapat meningkatkan wawasan para peserta yang hadir, dan dapat diaplikasikan nanti dalam pengelolaan BUMNag menjadi lebih baik.

“Kegiatan ini akan menambah pengetahuan dan wawasan para pengelola Bumnag. Diharapkan berdampak terhadap meningkatnya kualitas SDM para pengelola Bumnag, sehingga menjadikan BUMNag menjadi lebih maju dan berkembang,”ujar Camat 2 X 11 Enam Lingkung, Syofrion didampingi Walinagari Lubuakpandan Budiman.

Latihan Kader Pemberdayaan

Sementara di Kabupaten Agam, Kemendes PDTT melalui Badan Penelitian dan Pengembangan Pendidikan, Pelatihan dan Informasi Balai Latihan Masyarakat (Balatmas) Pekanbaru, menghadirkan pelatihan kader Pemberdayaan Masyarakat Desa (KPMD), di Kantor Walinagari Kubang Putiah Kecamatan Banuhampu.
Pelatihan kader PMD Angkatan I tahun 2019, digelar 28 Januari – 1 Februari 2019.

Fasilitator Balai Latihan Masyarakat (Balatmas) Pekanbaru Orchida Indahwati mengatakan, pelatihan kader PMD ini merupakan program Kemendes PDTT yang bertujuan untuk memberdayakan kader di desa atau nagari.

“Melalui pelatihan ini diharapkan para kader PMD bisa memberikan manfaat untuk pembangunan desa. Peserta diberikan motivasi dan materi tentang pemberdayaan masyarakat desa dan juga Permendes tentang prioritas penggunaan dana desa,” ujar Orchida kepada Rakyat Sumbar.

Ia menyebutkan, dalam kegiatan ini juga hadir kader kesehatan dan kader Posyandu. Materi tentang stunting yakni tumbuh kembang anak tak sesuai usia diberikan. Pelatihan ini dilaksanakan di Nagari Kubang Putiah karena masuk wilayah sasaran. Disamping itu,Kabupaten Agam termasuk wilayah kerja Balatmas Pekanbaru.

“Semua kecamatan di setiap provinsi harus mendapat program pelatihan Kemendes ini. Untuk Kecamatan Banuhampu Kabupaten Agam mendapat giliran pelatihan kader PMD oleh Balatmas Pekanbaru di bawah naungan Kemendes PDTT dan berpusat di Sumatera,”ungkap Orchida.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Nagari Kabupaten Agam Teddy Martha,S,STP mengatakan, tugas dan fungsi kader pemberdayaan masyarakat dan kader Posyandu dalam berpartisipasi aktif dalam pembangunan yang dilaksanakan sangat dibutuhkan, begitu juga lapisan masyarakat lainnya.

“Pemberdayaan masyarakat berhasil jika kelompok komunitas atau masyarakat menjadi agen pembangunan bukan lagi sebagai objek atau penerima mamfaat, tapi mereka dapat menjadi subjek atau motor penggerak. Keberadaan para kader ini sangat penting dalam pembangunan desa,” terangnya.

Ditambahkannya, para kader pemberdayaan masyarakat ini dapat membantu suksesnya program yang digagas pemerintah untuk diterima mamfaatnya oleh masyarakat. Dengan kemampuan yang dimiliki sebagai pelopor pembaharuan dan pemecah masalah dalam pendampingan yang dilakukan di desa atau nagari, para kader dapat memotivasi masyarakat berpartisipasi dalam kegiatan pembangunan.

“Kader pemberdayaan masyarakat diharapkan mampu mengindentifikasi masalah dan kebutuhan pelayanan oleh masyarakat. Peran partisipatif,menampung dan menyalurkan aspirasi masyarakat bersama lembaga kemasyarakatan kepada pemerintah dan menyusun rencana pembangunan,” jelasnya.
Teddy menyebutkan, saat ini banyak bermunculan kawasan wisata nagari yang diharapkan memiliki multiplier effect besar dan menumbuhkan ekonomi masyarakat.Wisata nagari juga harus menjaga kearifan lokal.

“Kader PMD ikut berperan dalam memfasilitasi musyawarah perencanaan pembangunan secara partisipati,memberi motivasi, menggerakkan dan membimbing masyarakat dalam pembangunan partisipatif melalui pendampingan yang dilakukan,”pungkas Teddy. (rilis: fdb-network)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *