TJD Kemendes, Tiga Hari Sebar Rp 3,5 Miliar

oleh
TJD Kemendes Silaturahmi ke Nagari Ramadan Berbagi sebelum menuju meninjau dedtinasi wisata Tugu Equator di Bonjol, Senin 11/6 (foto: mediacenter-tjdkemendes)

Bukitinggi,—Tiga hari sudah Tim Jelajah Desa (TJD) Kemendes, Silaturahmi ke Nagari, Ramadan Berbagi sebar Rp 3,5 miliar lebih untuk tingkatkan kesejahteraan masyarakat.

Perjalanan panjang harus ditempuh Tim Jelajah Desa  di hari ketiga, Senin (11/6) kemarin. Rombongan yang dipimpin Staf Khusus Kemendes PDTT H Febby Datuk Febby, bermalam di Lubuksikaping, harus berbalik arah ke utara Kabupaten Pasaman. Kunjungan perdana dituju ke Kenagarian Panti Selatan, Kecamatan Panti, Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat.

“Pada hari ketiga, disalurkan bantuan sebesar Rp 980 Juta untuk pemberdayaan masyarakat. Artinya, dalam tiga hari Jelajah Desa di Sumatera Barat, tim bentukan Kemendes PDTT telah menyalurkan bantuan peningkatan kesejahteraan masyarakat lebih dari Rp 3,5 miliar dalam bentuk Usaha Ekonomi Masyarakat dan bantuan penguatan modal BUMNag,”ujar Kordiantor Media Center TJD Kemendesa, Firdaus Abi, Senin 11/6 di Bukittinggi.

Seharian tadi diawali di kantor Walinagari Panti Selatan tersebut, Direktur Badan Usaha Milik Nagari (Bumnag) Aua Nan Tigo Pucuak di Nagari Panti Selatan, Kecamatan Panti, Yumeldi menyebutkan, usaha yang dilakukan di BUMNag  dipimpinnya diarahkan untuk usaha produktif.

“Unit usaha yang kita kembangkan, perdagangan umum, dan usaha bordir komputer. Khusus usaha kedua, sudah mulai menghasilkan. Selanjutnya, kami mengembangkan usaha perdagangan umum dengan menjadi distributor semen,”ujar Yumeldi.

Sedangkan untuk bordir komputer sudah jalan, pasarnya sekolah sekolah yang ada di nagari ini.

KPotensi lain yang sedang dipersiapkan, sektor pertanian,” ungkapnya sembari mengaku senang karena mendapatkan suntikan modal BUMNag Rp 50 juta dari Kemendes PDTT.

“Senang rasanya menerima bantuan ini. Kehadiran bantuan ini akan menambah motivasi kami, terima kasih Menteri Desa Pak Eko,”ujarnya dihadapan masyarakat dan Tim Jelajah Desa (Nagari) Ramadhan Kemendes PDTT, sembari mengungkap kalau BUMNag didirikan berawal dengan modal dari dana desa melalui anggaran nagari sebesar Rp 90 juta.

Perasaan yang sama juga dimiliki Harizal Bsc, Direktur BUMNag Sapayuang Tujuah Koto Kampar, Nagari Muaro Sungai Lolo, Kec Mapattunggul Selatan, Kabupaten Pasaman.

“Usaha di BUMNag ini permodalan awal didapatkan dari dana desa melalui nagari Rp 298 juta dalam dua tahun anggaran,”ujar Harizal

Selesai di Panti, perjalanan terus menyusur ke bagian lebih utara, menuju Padanggelugur. Tim berkunjung ke Pondok Pesantren Darul Ullum Yapa Kombang Baru, Tapus, Kec Padanggelugur, Kab Pasaman.
Selain bersilaturrahmi dengan santri dan pengelola pondok, dialog menggalir baik. Banyak masukan yang diterima untuk diteruskan kepada pemerintah pusat.

Pada kesempatan itu pula, tim menyerahkan dua paket bantuan Usaha Ekonomi Masyarakat (UEM) masing-masing Rp 30 juta, dan bantuan CSR BNI sebesar Rp 30 juta.

Saat buka puasa bersama, di Bukittingi, Tim Jelajah Desa bertemu tenaga ahli, pendamping desa, pendamping lokal desa dan BUMNag se-Kabupaten Agam. Kehadiran tim menghadirkan motivasi khusus kepada seluruh komponen yang telah memberikan konstribusi besar terhadap perbaikan dan kemajuan desa.

Di Agam, Tim Jelajah Desa juga menyerahkan bantuan untuk kelompok tani Rantiang Ameh, di Jorong Kayu Rantingan, Nagari Bukik Batabuah, Kec Canduang. Bumnag memiliki unit usaha pengembangan susu kambing otawa. Berawal dari 22 ekor, kini sudah memiliki 150 ekor kambing. Setiap hari menghasilkan 30 liter susu murni terbaik. Bahkan sudah memiliki pasar sendiri di Bukittinggi, Padang dan Pekanbaru. Harga bervariasi, Rp 40 ribu – Rp 70 ribu perliter.

Upaya untuk mengembangkan kambing otawa di Rantiang Ameh mendapatkan tiga paket UEM, masing-masing senilai Rp 30 juta. Selain itu, Tim Jelajah Desa memberikan penyertaan modal untuk 14 BUMNag di Kabupaten Agam. Setiapnya memperoleh Rp 50 juta.

Ketua TJD Kemdes ke Sumbar, H Febby Dt Bangso mengingatkan seluruh pengelola BUMNag untuk benar-benar memperhatikan dan fokus pada bidang usahanya. Manfaatkan potensi nagari masing-masing.

“Jangan jauh-jauh mencari unit usaha keluar,”ujar Febby yang juga Ketua Forum BUMDes Indonesia.

Terhadap pencapaian yang sudah terjadi, kata Rafdinal, Direktur Perencanaan dan Identifikasi Daerah Tertinggal Ditjen PDT, Kemendes PDTT, yang juga urang awak asal Padangpariaman, dan Dr Conrita Erwanto M.Si memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terkait dengan upaya pengembangan kesejahteraan masyarakat, terutama kepada tenaga ahli, pendamping desa, pendamping lokal desa.

“Tanpa dukungan kawan-kawan, apa yang direncanakan tidak akan bisa dicapai,”ujar Rafdinal. (rilis: mediacenter-tdjkemendes)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *