Tol Padang-Pekanbaru Lanjut Terus

oleh
Jalan Tol Padang-Pekanbaru janji infrastruktur Presiden Joko Widodo, pasti. (foto:twitter@jokowi)

Padang,—Program infrastruktur Presiden Joko Widodo di Sumbar yang fantastis itu adalah jalan tol Padang-Pekanbaru.

Banyak pihak meragukan, tapi sekali presiden terucap janji maka itu harus terealisasikan.

Meski sempat terpending sekitar setengah tahun ulah ruwetnya pembebasan lahan, tapi sejak 9 Februari lalu, pembangunan jalan tol Padang-Pekanbaru kembali dilanjutkan.

Menurut Pengamat Transportasi Universitas Andalas, Dr. Yossyafra M.Eng.Sc, pembangunan infrastruktur tol Padang-Pekanbaru memiliki beberapa keuntungan terhadap daerah terutama Provinsi Sumbar dan Pekanbaru, Riau.

“Pembangunan tol Padang-Pekanbaru sangat positif untuk daerah, walau ada  negatif tapi mudah diatasi dengan solusi yang bagus pula,”ujarnya Rabu 20/2 kemarin di Padang.

Menurut pakar itu, untuk nilai positif dari tol Padang-Pekanbaru adalah sangat menunjang sektor pariwisata. Karena volume wisatawan dari Pekanbaru – Padang atau sebaliknya akses tol makin meningkat karena lebih cepat dan mudah..

“Wisatawan ke Sumbar kebanyakan dari Pekanbaru, tanpa jalan tol mereka habiskan waktu sekitar tujuh sampai delapan jam, tapi adanya tol waktu tempuh terpangkas tajam, bisa dengan tiga atau emapar jam saja. Dan tol jadi pilihan wisatawan karena no macet,”ujarnya.

Tol Padang-Pekanbaru juga menguntungkan bagi mobilitas distribusi barang-barang dari Sumbar, terutama produk yang turun harga karena waktu tempuh lama, seperti,  ikan, sayur-mayur dan produk pertanian lainnya.

“Teori dan faktanya jika distribusi cepat bisa mendongkrak perekonomian terutama pelaku usaha,” ujarnya.

Keuntungan lain dari tol bisa mengurangi kemacetan di jalur non tol seperti yang selama ini terjadi dibeberapa titik menuju Bukittinggi. Kehadiran tol menurutnya menjadi alternatif pilihan bagi pengendara.

Namun di sisi lain pembangunan tol akan berdampak kepada pelaku usaha rumah makan dan souvenir yang berjualan dipinggir jalan non tol. Sebab penurunan kendaraan yang lewat akan berpengaruh kepada omset mereka.

“Pasti akan dirasakan oleh mereka yang berjualan di pinggir jalan non tol sebab akan terjadi penurunan kendaraan yang lewat, tapi lewat perencanaan matang dampak inj bisa dicarikan solusinya,” ujar Yossyafra. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *