Uihhh, Edriana Selain Aktifis Perempuan Nasional, Mau Jadi Penyelam Juga Rupanya

oleh
Edriana SH MA menyaksikan pembiakan terumbu karang sebelum melakukan penyelaman, Minggu 6/1 (foto: ml)

PEREMPUAN di Sumbar dikenal dengan istilah Bundo Kanduang, ternyata tidak makhluk lemah yang dipandang sebelah mata.

Bahkan di minang, perempuan itu seperti limpapeh rumah nan gadang, sikapnya tabujua lalu tabulintang patah.

Itu menandakan dibalik elok dan gemulai serta jelitanya perempuan Minangkabau ada kekuatan dan sikap tegas untuk kebaikan dan kebenaran. Bundo Kanduang seperti batu karang  di tengah ombak kehidupan

Banyak perempuan minang yang kuat dan punya sikap tegas seperti itu, satu di antaranya adalah Edriana SH MA, terkenal sebagai aktifis nasional perlindungan perempua, ternyata Edriana tercatat sebagai Caleg DPR RI Partai  Gerindra untuk Pemilu 2019 ingin belajar penyelam juga, kereeennn.

Edriana takjub dengan kekayaan laut Padang, Minggu 6/1 (foto: ml)

Wajah semringah terpancar dari wajah Edriana di atas perahu wisata, saat ia bersama komunitas selam Sumbar, Minangkabau Diver membelah
gelombang nan aduhai tenangnya. Sesekali pandangannya diarahkan ke beberapa pulau dan menyentuh air laut biru kala mengarungi perairan laut
Sumbar

Air laut nan biru itu, seakan alam berbisik kepada perempuan itu. Kenapa tidak, Edriana yang lebih banyak kenal laut di permukaan karena sibuk berjuang dan berteriak kesetaraan gender sehingga lupa pingin belajar diving.

Kata Edriana sebelum perahu membelah perairan laut, dia ingin melihat langsung seperti apa isi dalam laut Padang, yang menjadi bagian luat Indonesia. Laut daerah Sumbar begitu dikenal dunia. Ia beranikan diri untuk dapat melihat.

“Sungguh indah akan kekayaan alam laut kita ya, saya tidak menduga betapa indahnya akan rahmat yang diberikan Allah untuk masyarakat kita,”ujarnya sembari memanjatkan syukur.

Bagi aktivis perempuan itu, ini hal perdana melakukan penyelaman di lautan, meskipun dirinya pandai berenang. Tetapi soal dunia selam belum pernah sama sekali, apalagi penyelaman yang akan dilakukan hingga kedalaman tujuh meter.

Sebelum melakukan penyelaman, ia bersama Minangkabau Diver berangkat
dari Bungus menuju Pulau Pagang, kemudian merakit substrat sebagai media terumbu karang yang telah dibuat sebelumnya.

Ia tidak menyiapkan waktu, Minggu (6/1) lalu, sesekali ia tertegun saat berada di atas pasir putih saat ombak bergulung mencapai bibir pantai dan menghempas tubuhnya. Seakan ada syarat menuntun pulang, ada bisik halus agar mengabdi untuk kampung halaman.

Ia tidak tinggal diam, Edriana pun mencantol bibit terumbu karang pada substrat, media yang berbentuk sepeda dan besi mirip kandang ayam.

Edriana bersama Minangkabau Diver melakukan pembiakan terumbu karang, Minggu 6/1 (foto: ml)

Bibirnya tidak berhenti bergumam, sesekali terdengar lirih panji doa, agar apa yang ditanamkan menjadi buah manis bagi ikan, dan berdampak baik
bagi nelayan dan wisatawan.

”Semoga tumbuh subur dan ikan-ikan makin banyak ya Allah,” ucap Edriana saat itu.

Media transplantasi terumbung karang siap dilarung ke laut kedalaman tujuh meter, tepatnya sisi kanan bila menghadap dari Pulau Pagang. Ia pun mengenakan weitsuit (baju selam), bouyancy control device (bcd) atau pelampung selam serta peralatan kebutuhan selam lainnya.

Sebelumnya, Tanhar, 32 penyelam dari Minangkabau Diver mengatakan, ia bersama tim sangat menyambut baik
kegiatan yang dilakukan Edriana.

Menurutnya, ia salah satu dari sosok perempuan inspiratif Minangkabau. Kenapa tidak, karena turut merawat,
menjaga ekosistem perairan laut Sumbar dengan mengambil bagian melakukan tran-Lsplantasi karang. Ia terenyuh terhadap aktivis perempuan
dari Women Research Institute (WRI) itu.

Menurutnya, apa yang dilakukan Edriana, salah satu bukti bahwa dirinya kuat bak karang, sebab terumbu karang
merupakan rumah bagi ikan-ikan dan habitat yang berada dalam laut.

Terumbu karang dan penyelam mengajarkan banyak hal dan tentunya ada makna tersendiri bagi Edriana.

“Seorang pemimpin harus patuh terhadap aturan, disiplin dan tidak pernah lelah, karena ia akan menjadi rumah tempat berteduh dan menghilangkan penat tangis para pengadu kesejahteraan. Bijak dan berani, ya seperti terumbu karang, terhempas pun ia tetap menjadi penenang bagi alam,”ungkap Putra.

Sementara itu, Mabruri Tanjung, 35, instruktur selam, Pagang merupakan kawasan perairan yang tenang. Tempat
dimana banyak orang memanjakan mata untuk melihat ikan-ikan dan terumbu karang, baik melalui snorkeling, dan diving.

Berharap isu lingkungan pesisir dan laut menjadi salah satu isu yang perlu diperhatikan, dan memerlukan suara
untuk diselamatkan.

Apa yang telah dilakukan Edriana secara
langsung dengan melakukan transplantasi karang, wujud bahwa upaya menyelamatkan terumbu karang dan ekositem tidak hanya sekadar berbicara di depan publik, tetapi mem-
butuhkan aksi nyata.

“Sudah dibuktikan oleh buk Edriana yang akan me- langkah ke Senayan, dan kita berharap upaya penyelamatan ekosistem perairan laut sumbar terus berkelanjutan,”pungkasnya. (rilis: edriana-center)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *