Uiiih… Guru dan Siswa Siberut Antusias Kelola Sampah

oleh -230 views
Pemgabdian masyarakat FMIPA Unand, siswa dan guru di Siberut kini bisa buat EE dari sampah dapur, Kamis 14/10-2021. (dok/hh)

Siberut Selatan,— Tak menyangka dan surprise saat merasakan respon guru dan siswa di SMA 1 Siberut kelola sampah.

Itu dirasakan akademisi di Jurusan Biologi dan Jurusan Fisika sebagai repesentasi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Andalas saat mensosialisasikan upaya pengolahan sampah organik yang berasal dari rumah atau dapur, yang biasanya berupa kulit atau sisa buah dan sayur yang tak terpakai menjadi larutan hasil fermentasi yang dikenal dengan Eco_Enzyme (EE).

Kegiatan akademisi FMIPA Unand ini dilakukan dalam rangka Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bertemakan “Berkreasi dengan Sains” kepada siswa di Desa Muaro Siberut dan Desa Mailepet.

Larutan EE yang bahan organiknya banyak berasal dari sampah dapur ini memiliki aneka manfaat yang luar biasa, antara lain untuk mengobati kulit yang terkena gigitan serangga, sebagai pupuk yang menyuburkan tanah, pengendali hama, sebagai larutan pembersih udara (air freshner), pembersih air dari pencemaran, dapat digunakan sangat efektif dalam mencuci piring, pakaian, pembersih dapur dan pembersih toilet.

EE dapat dimanfaatkan menjadi hand sanitizer bahkan untuk perawatan tubuh melalui perendaman kaki yang akan memperlancar aliran darah, mencegah insomnia dan meningkatkan kualitas tidur.

Menurut Dr. Henny Herwina selaku dosen Pengabdi didampingi rekannya antara lain Dr. Nurmiati Pakar Mikrobiologi, Dr. Mairawaita Pakar Anggrek, Dr. Zozy Aneloi Noli Pakar Fisiologi Tumbuhan, Dr. Muhammad Idris Pakar Rekayasa Tanaman, Muhammad M Janra Pakar Capung dan Burung, Dr. Iman Taufiq dan Ardian Saputra MSi pakar Fisika Magnet dan Listrik, Prof. Dr. Tati Subahar dari ITB beserta beberapa dosen dan mahasiswa UNAND serta ITB, sosialiasli EE ini sangat efektiff.

“Proses pembuatan EE sendiri dapat dilakukan oleh siapapun dengan cara sangat sederhana, yaitu menggabungkan gula merah/molase (1 bagian) dangan bahan organik dari sisa buah/sayur (3 bagian) dengan 10 bagian air pada sebuah wadah plastik, lalu membiarkan terjadinya proses fermentasi yang terjadi selama 3 bulan, hingga larutan tersebut bisa dipanen. EE dipanen dengan menyaringnya lalu menyimpan pada wadah bertutup. Selanjutnya, EE siap dimanfaatkan untuk berbagai keperluan,”ujar Dr Henny, Kamis 14/10-2021.

Selain penggunaan larutan EE untuk berbagai tujuan, kata Dr Henny proses pembuatannya sendiri menghasilkan O3 yang memperkaya Ozon, sehingga bumi terlindung dari kerasakan akibat sinar matahari langsung.

“Satu kali proses pembuatan EE setara dengan melakukan penghijauan bagi keselamatan bumi dengan menanam 10 pohon” jelas Henny memaparkan keistimewaan lain dari EE yang telah diteliti oleh Dr. Rasukoon Poompanvon, Pendiri Asosiasi Pertanian Organik Thailand.

Selain Dosen Biologi, Henny merupakan salah seorang Founder EduEE, komunitas penggiat EE di Universitas Andalas dan Anggota komunitas EE Nusantara yang di Sumatara Barat Dikoordinatori Syaifuddin Islami, MS

“Kita senang bahwa siswa SMP Negeri 1 Siberut maupun siswa SMA 1 Siberut sangat komunikatif dan berinteraksi dengan dosen pengabdi secara luarbiasa, terbukti dengan banyaknya pertanyaan dan pendapat yang mereka sampaikan secara inteaktif”, jelas Dr. Putra Santoso, Ketua Palaksana PKM FMIPA UNAND.

Kepala sekolah SMP Negeri 1 Siberut Elmelda Pasaribu, S.Pd dan SMA 1 Siberut Kristiani, S.Pd yang juga terjun langsung selama proses pemaparan materi pengabdian dan praktek langsung pembuatan EE oleh siswa, sama-sama telah mencoba membua EE di kediaman masing-masing dan telah mulai mensosialisasikan pada beberapa guru sebelumnya, sehingga merasa sangat bahagia karena saat PKM ini siswa pun diajarkan mengenal EE yang sangat banyak manfaatnya.

“Meskipun awalnya hanya merupakan sampah yang tak berharga, setelah jadi EE manfaatnya luas, luar biasa,” ujar Kritiani.

Dr. Wilson Novarion, Ketua Jurusan Biologi mengungkapkanm kegiatan PKM dari FMIPA UNAND ini akan berkelanjutan dan bersifat kemitraan dengan masyarakat dan pemerintah setempat.

“Seperti yang telah kami diskusikan saat pengabdian masyarakat hari sebelumnya yang dihadiri oleh Ibu PKK, Kepala 5 Dusun, Kepala Desa Mailepet Alexius dan Camat Siberut Selatan,” ujar Dr Wilson (hh).