UKJ TV IJTI Subuh Selesai, Tak Semua Berbrevet Kompeten

oleh -136 views
Para peserta UKJ TV tetap semangat mesti hasil diserahkan Subuh, Minggu 15/3 tadi. (foto: dok/ijtisb)

Padang,—Uji Kompetensi Jurnalis TV (UKJ-TV) dilakukan Dewan Pers bersama IJTI Sumatera Barat, berakhir,.jelang Subuh, Minggu 15/3 di Grand Inna Padang.

Memurut Ketua IJTI Sumbar Jhon Nedi Kambang proses ujian hingga pengumuman berlangsung sampai Minggu dinihari. Penguman hasil uji sendiri baru dilakukan menjelang Subuh.

“Alhamdulillah, semua proses UKJ sudah selesai. Baru berakhir tadi subuh. Soal hasil, hanya peserta, penguji dan Tuhan yang tahu. Masing-masing penguji memanggil satu persatu peserta dan memperlihatkan nilai yang diberikan, apakah mereka lulus atau berkompeten atau tidak,” kata Ketua IJTI Sumbar, John Nedy Kambang, menggambarkan suasana paska UKJ kepada wartawan, Minggu siang.

Menurut Jhon hasil UKJ TV hanya ada dua berkompeten dan tidak berkomepeten.

“Siapa saja itu, itu rahasia karena.menyangkut penilaian orang,”ujar Jhon.

Bahkan kata Jhon penyerahan nilai dilakukan tertutup, sama halnya dengan saat ujian wawancara dengan masing-masing penguji.

“Tidak ada yang tahu,” tambah John.

Tapi dari bisik-bisik peserta meski hasil UKJ TV tidak.semua peserta berbrevet kompeten.

Produser Lapangan CNN Indonesia TV itu mengatakan, UKJ untuk para Jurnalis Televisi dilakukan sejak Jumat (13/3/2020) di Grand Inna HOtel dan merupakan kegiatan UKJ perdana yang dilakukan di Sumbar.

UKJ diikuti oleh 25 Jurnalis Televisi. Tiga orang diantaranya berasal dari IJTI Jambi.

UKJ yang sebelumnya dibuka Ketua Umum IJT Pusat, Yadi Hendriana, ditutup oleh Koordinator Bidang Organisasi IJTI Pusat, Herik Kurniawan.

Kata John, UKJ pada dasarnya sama dengan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) yang dilakukan dua organisasi profesi lain yang menjadi konstituen Dewan Pers, yakni PWI (Persatuan Wartawan Indonesia) dan AJI (Aliansi Jurnalis Independen).

Hanya saja, sesuai namanya, UKJ dikhususkan bagi Jurnalis Televisi, yang terdiri dari Reporter, Kameramen dan Editor Visual.

“Diluar soal Kode Etik Jurnalistik atau KEJ, materi kita intensif soal pertelevisian. UKJ menitik beratkan pada pengetahuan dan pemahaman jurnalis secara teknis dan non-teknis,” kata dia.

Selain ujian tertulis dan wawancara, para peserta juga diharuskan untuk melakukan liputan ke lapangan sampai menjadi sebuah produk berita televisi.

UKJ ini merupakan bagian dari program Dewan Pers untuk peningkatan kompetensi para pekerja media di berbagai daerah.

Tahun ini, Dewan Pers mengalokasikan programnya bagi 490 Jurnalis di seluruh Indonesia. Program dilaksanakan 7 lembaga uji.
IJTI mendapat alokasi untuk 4 propinsi, yakni Sumatera Barat, Kalimantan Selatan, Maluku dan NTT.

Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) memperoleh lima daerah uji. Masing-masing, Bengkulu, Gorontalo, Maluku Utara, Kalimantan Utara dan Sulawesi Barat. Sementara AJI mendapatkan empat lokasi UKW, yakni di Jambi, Riau, Kalimantan Tengah dan Papua.

Selain itu, juga ada LPDS yang memperoleh alokasi untuk Lampung, Sulawesi Utara, Papua Barat dan Yogyakarta.

Tiga lembaga uji lainnya masing-masing dapat satu lokasi UKW yaitu Universitas Moestopo di Nusa Tenggara Barat (NTB), UPN Veteran Yogyakarta mendapat lokasi uji di Pulau Natuna, Kepulauan Riau serta LSPR menguji di Pulau Bali.(rilis: ijtisb/ko)