Unand Lantik 67 Apoteker, Ini Kata Warek III Unand..

oleh -434 views
oleh
434 views
Warek III Unand Insannul Kamil hadiri pelantikan dan pengambilan sumpah apoteker jebolan Farmasi Unand. (foto: dok)

Padang,—“Tantangan Transformasi Digital Apoteker Baru Farmasi Unand,” itu menjadi pesan penting Wakil Rektor III Unand Insannul Kamil saat memberikan kata sambutan pada pelantikan dan pengambilan sumpah 67 Apoteker.

Fakultas Farmasi Unand Selasa 23/3-2021 melantik dan mengambil sumpah sebanyak 67 orang lulusan Apoteker baru angkatan III Tahun 2019 di Aula Fakultas Farmasi.

Ir. Insannul Kamil, M.Eng., Ph.D, ASEAN Eng. mengatakan bahwa tantangan yang akan dihadapi setelah pelantikan ini untuk melakukan praktek profesi dalam bidang kefarmasian adalah harus mampu menjadi solusi bagi upaya optimalisasi pelayanan kesehatan dan kefarmasian yang belum merata di seluruh wilayah Indonesia yang kita cintai.

“Pelaksanaan praktek profesi harus menjunjung tinggi etika profesi dan standar layanan yang dilakukan secara bertanggung jawab untuk memberikan perlindungan dan menjamin keselamatan customer (pasien). Apoteker Farmasi Unand harus junjung tinggi ini selalu,” ujar Insannul Kamil.

Pandemi covid-19 kata Insannul telah merubah mindset dan cara hidup semua orang dengan intervensi teknologi digital yang lebih dominan.

“Di era digital ini untuk berhasil melakukan transformasi praktek profesi yang lebih baik, yang akan menjadi kata kunci adalah
kolaborasi, kreatif dan inovatif,” ujarnya.

Bahkan Unand secara lembaga perguruan tinggi kata Insannul yakin, Apoteker lulusan Fakultas Farmasi Unand adalah Apoteker profesional, bermutu, memiliki karakter baik, berakhlak mulia dan penuh empati.

“Farmasi Unand itu membentuk dan menyiapkan sebagai Apoteker yang handal dan kompeten dibidang kefarmasian.
Kemampuan Adaptasi dengan teknologi digital menjadi indikator penentu bagi praktek kefarmasian di masa depan,” ujar Insannul.

Data membuktikan kata Insannul Kamil bahwa alumni Farmasi Unand sebagian besar sukses di masyarakat.

“Baik sukses sebagai Apoteker profesional, pendidik, peneliti, dan manajer kesehatan bahkan entrepreuner Apoteker (sukses membuka Apotek atau lahan pekerjaan mandiri,” ujar Nanuk biasa Insannul Kamil dikenal baik di internal Unand maupun di eksternal kampus. (own)