Waduhhh, Nama Ketua Bawaslu Berlum Terdaftar di Data Pemilih

oleh
Bawaslu Sumbar dua hari gelar sosialisasi pengawasan, libatkan KPU dan Disdukcapil se Sumbar, Rocky Hotel, Senin 15/10 (foto: wanteha)

Bawaslu Gelar Sosialisasi Pengawasan

Padang,—Bawaslu bersama rakyat awasi Pemilu 2019 terus melakukan upaya preventive dan represive untuk meujudkan Pemilu berintegritas.

Bawaslu Sumbar pun tidak tinggal diam dua hari, 15-16 Oktober gelar Sosialisasi Pengawasan Tahapan Pemilihan Legislatif dan Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden 2019 di Rocky Hotel Padang.

Hal yang dipelototi jajaran Bawaslu soal Pemutakhiran Data Pemilih. Sosialisasi melibatkan Anggota Bawasalu Se-Sumatera Barat, Anggota KPU yang membidangi Komisi Hukum Se-Sumatera Barat, dan Disdukcapil Kabupaten/Kota se-Sumbar.

Menurut Kepala Dinas Disdukcapil Novrial, status jumlah wajib KTP Provinsi Sumatera Barat per 30 juni 2018 menurut konsolidasi sebanyak, 3.929.242 orang sementara yang sudah direkap 3.539.014.

“Selisih daftar pemilih dengan KPU sekitar 400 ribu dan 90 persen yang sudah direkap. Yang telah diberikan KTP elektronik sebanyak 3.401.107 orang,  jadi sudah 96 persen yang diberikan e-KTP,”ujar  Novrial.

Artinya tinggal 389 orang yang wajib rekap dan 528 ribu wajib KTP yang belum punya e-KT.

“Itu data Kemendagri, menyikapi 2019 kami prediksi dikarenakan data tersebut bisa ditelusuri di laplikasinya, jadi sekitar 4 juta orang usia wajib KTP per 17 April 2019 nanti di Sumbar,”ujarnya.

Sementara KPU berdasar data DPT perbaikan jumlah pemilih 3,464 juta orang, kenapa tidak singkron, karena berdasarkan regulasi  KPUmenghitung data pemilih dari DP4 Kemendagri per Desember 2017, kemudian KPU melakukan singkronisasikan dengan data pemilih tahun sebelumnya dan hasil Coklit dilapangan.

Yanuk Srimulyani, Komisioner KPU Sumbar, menyampaikan, ada tiga pilar penting dalam pemilu yaitu,
Pertama penyelenggaraan Pemilu, kedua partai peserta pemilu dan yang ketiga pemilih itu sendiri.

“Dalam pemutakhiran data pemilih Pemilu 2019, KPU memelbutuhkan kerja sama dari semua pihak,”ujar Yanuk.

Ketua Bawaslu, Surya Efitrimen mengatakan pada pembukaan sosialisasi menekankan bahwa Bawaslu harus memastikan bagi daftar pemilih itu untuk bisa Luber, yaitu Langsung Umum Bebas dan Rahasia.

“Tapi pada kenyataan masih banyak kekurangan dan permasalahan yang ditemukan, seperti orang yang berhak memilih di Pemilu 2019, Ternyata nama mereka atau Pemilih tidak terdaftar di DPT,”ujar Surya.

Ketua Bawaslu Sumbar pun mengungkap kasusnya sendiri, ternyata sampai saat ini nama Surya Efitrimen dan keluarganya belum tercantum di dalam daftar pemilih. Begitu juga dengan teman-teman pengawas Pemilua lainya.

“Ingat kalau soal daftar pemilih bukan berkaitan dangan hak si pemilih saja namun berkaitan dengan logistik Pemilu juga”ujarnya.

Surya Efitrimen berharap semua persoalan yang ditemukan dilapangan bisa diatasi dengan kerja sama yang baik antar lembaga yang berkaitan.

“Harus tuntas secepatnya dengan melibatkan berbagai lembaga terkait data penduduk dan data pemilih,”ujarnya. (wanteha)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *