Wuihh SHU Koperasi Keluarga Besar Semen Padang Capai Rp 9,3 M

oleh -828 views

Padang,—Koperasi Keluarga Besar Semen Padang (KKSP) memperlihatkan kinerja yang menggembirakan pada tahun 2017. Terbukti capaian Sisa Hasil Usaha (SHU) 2017 wuihh fantastis yakni sebesar Rp 9,3 miliar atau meningkat 5,9 persen  dari tahun 2016, sebesar Rp8,78 miliar.

“Alhamdulillah selama 2017 KKSP berhasil melakukan berbagai pencapaian, di antaranya investasi jangka panjang tahun 2017 mencapai Rp76,3 M,”ujar General Manager KKSP, Novinaldi pada Rapat Akhir Tahun (RAT) di Wisma Indarung, Selasa, 27/2.

Menurutnya peningkatan SHU dibandingkan 2016 sebesar Rp 73,65 M. Sedangkan penjualan mencapai Rp150,34 M tahun 2016, dengan SHU sebesar Rp8,78 miliar. Untuk harga pokok penjualan mencapai Rp190 M tahun 2017.

Rapat dihadiri kepala dinas koperasi dan UMKM Kota Padang, pengurus, dewan pengawas, general manajer, manajer, ketua dan sekretaris dari masing-masing komisariat.

Novrinaldi menyampaikan untuk tahun 2018 ini SHU KKSP ditargetkan sebesar Rp 10 M.

“Untuk mencapai target unit usaha tahun buku 2018, KKSP akan mengembangkan lini usaha baru, yakni pemasaran split yang diproduksi Tambang PT Semen Padang,”ujarnya.

Saat ini pasar split sangat besar peluang untuk dikembangkan, terutama menyangkut proyek-proyek yang dikembangkan pemerintah dan pihak swasta lainnya.

“Selain itu, split juga bisa dipasarkan untuk proyek jalan dan kereta api yang ada di Sumbar. Maka kita juga akan fokuskan disini,”ujarnya.

Selain itu, KKSP juga melihat peluang sebagai pengangkut fly ash dari beberapa titik di perusahaan, pembangkit tenaga listrik di PLN yang dibutuhkan oleh perusahaan.

“Kita akan fokuskan pada hal ini, dimana jasa angkutan menjadi penyumbang nomor dua di semua unit usaha yang ada di koperasi, setelah distributor semen dan simpan pinjam di posisi ketiga,” jelasnya.

Ketua Dewan Pengawas KKSP Ampri Satyawan mengatakan, pengelolaan KKSP di tahun buku 2017 cukup baik. Hal ini terlihat dari laporan audit tahunan yang disampaikan.

“Hal itu hanya perlu dilakukan penajaman pengelolaan terutama dengan semakin meningkatnya aktivitas penjualan di perusahaan, sehingga pola-pola yang terkait penjualan juga harus dikawal dengan aturan penjualan yang tentunya juga ditingkatkan, misalnya dengan manajemen piutang,” ujarnya.

Ia berharap, di tahun buku 2018, KKSP dikelola lebih baik lagi, terutama dari aspek unit usaha toko.

“Bagaimana anggota terlibat aktif dalam hal ini. Kalau dilihat dari laporan yang ada, hanya 20 sampai dengan 30 persen yang memanfaatkan hal ini sehingga kita berharap ada peningkatan dari tahun lalu. Koperasi merupakan hal baik dalam rangka pencapaian lebih baik lagi kedepannya. Diservikasi banyak terjadi di pola simpan pinjam yang masih mengadop pola perbankan,”jelasnya.

Dikatakannya, KKSP berpeluang sebagai distributor dari besarnya kapasitas Semen Padang dalam hal ini, yang sebelumnya telah sukses sebagai distributor di Lampung sehingga kedepan diharapkan lebih bagus lagi.

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kota Padang Yunisman yang turut hadir dalam acara pembukaan mengatakan bahwa koperasi sangat potensial terutama dalam menunjang ekonomi kerakyatan dan kesehatan di Sumatera Barat.

“Untuk koperasi, banyak hal yang sangat membanggakan bagi kita. Hal itu juga merupakan suatu kebanggaan yang bisa dicapai pemerintah daerah. Sehingga koperasi tidak hanya sebagai usaha simpan pinjam, namun juga sebagai unit usaha yang bisa membantu anggotanya. Dan KKSP memenuhi hal itu,”akunya.

KKSP membuktikan tidak hanya memenuhi untuk kebutuhan koperasinya, namun juga masyarakat banyak. Selain itu, kita berharap KKSP tidak hanya berhenti di sini dalam mengembangkan koperasi, namun juga bisa menjadi kiblat bagi koperasi lain yang ada di Kota Padang dalam mengembangkan koperasi terutama dalam hal unit usaha.

“Sehingga tidak hanya simpan pinjam, namun juga hal lainnya,” jelasnya.

KKSP merupakan salah satu Koperasi Berprestasi Tingkat Nasional. Salah satu prestasi tertinggi yang diraih KKSP adalah Koperasi Terbaik tingkat nasional dari Kementerian Koperasi tahun 2014.
KKSP saat ini memiliki delapan jenis usaha, yakni Toserba, Simpan Pinjam, Varia Usaha, Perdu Suplier, Perdu Bon Material, Kontraktor & Cleaning Service Indarung, Pabrik Kantong & CS Teluk Bayur, dan Semen Curah.

Dalam lima tahun terakhir, KKSP memperlihatkan kinerja yang sangat baik, hal itu terlihat dari penjualan, Sisa Hasil Usaha (SHU), dan perkembangan asetnya. (*rilis)