Yohanes Galang Mantan Aktifis ‘Jemput Paksa’ Badrul Mustafa

753
Yohanes Wempi galang mantan aktifis “jemput paksa” ahli bencana untuk maju Pilkada Padang, Jumat 4/8. (foto: valora via google)

Padang,—Kota Padang di peta kebencanaan nasional termasuk kota yang terawan diterpa bencana.

Topografi daerah yang membuat Padang khususnya Sumbar umumnya dikenal sebagai  daerah super market bencana. Sebut saja bencana yang pernah menimpa Padang, banjir, longsor, angin kencang, gempa bumi dan ancaman tsunami.

Tapi apa, Pilkada Padang 2018 banyak muncul figur mulai tagline dan jargonnga tak ada yang menyinggung soal Padang rawan bencana ini. Adalah Yohanes Wempj yang meneriakan kalau Padang pas dan tepat dipimpin ahli bencana.

“Sudah saatnya para alumni aktivis kampus ‘jemput paksa’ sang akademisi ahli bencana dan perjuangkan untuk memimpin dan benahi Padang, karena kota ini butuh pembenahan lanjutan,”ujar Yohanes Wempi kepada www.tribunsumbar.com, Jumat 4/8 di Padang.

Ketika sebuah daerah rawan bencana alam seperti Padang, maka saat itu kata Yohanes warga Padang perlu ada jaminan terbebas dari bencana.

“Baru kemarin arak-arakan piala Adipura asli keliling kota, apakah membahagiakan warga, sebagian mungkin iya, tapi sebagian lagi pasti nggak, sebelum rasa aman dari ancaman bencana mereka terjamin,”ujar Yohanes.

Siapa pakar atau ahli bencana yang mesti ‘dijemput paksa’ para mantan aktifis kampus untuk diusung menjadi Calon Walikota, tanpa ragu Yohanes menyebut nama Badrul Mustafa Kamal.

“Pak Profesor Badrul Mustafa layak, kawan mantan aktifis dijemput paksa untuk diusung maju di Pilkada Padang 2018,”ujar Yohanes.

Selain pakar kebencanaan Unand Padang, Badrul Mustafa alumni ITB itu kata Yohanes Wempi,  terkenal sebagai pribadi humanis dan paham dengan Kota Padang kerena sejak kecil sampai besar selalu dedikasikan diri di Padang.

“Saya dan banyak warga sangat optimis jika Prof Badrul maju dan pimpin Padang, soal bencana yang menghantui warga selama ini bisa dicarikan penyelesaian, antisipasi dan pola evakuasi dini warga,”ujarnya.

Dan ingat saat kota ini sering di goyang gempa pasca Gempa Sumbar 2009 lalu, Prof Badrul sangat banyak dimintai masukan dan analisisnya.

“Prof Badrul selalu berkontribusi pemikiran dan solusi menghadap bencana, acap Prof diminta kordinasi oleh Pemko Padang atau Penprov Sunbar,”ujarnya.(rian)

BAGIKAN