Limapuluh Kota, - Kunjungan wisata ke Lembah Harau pada momen Libur Lebaran 2026 mengalami penurunan signifikan. Data terbaru menunjukkan, jumlah tiket yang terjual hanya sekitar 800 pengunjung per hari, jauh di bawah angka tahun sebelumnya yang menembus lebih dari 1.000 pengunjung.
Penurunan ini menjadi sorotan dalam tren wisata Sumatera Barat 2026, terutama karena Lembah Harau dikenal sebagai salah satu destinasi unggulan dengan potensi wisata alam kelas nasional.
Namun demikian, Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Limapuluh Kota, Elsiwa Fajri, menjelaskan bahwa kondisi tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor utama.
Pertama, durasi libur Lebaran tahun ini relatif lebih singkat. Selain itu, proses pemulihan pascabencana 2025 di Sumbar juga berdampak pada minat kunjungan wisatawan.
Meski begitu, pemerintah daerah tetap bergerak cepat. Mereka terus melakukan berbagai persiapan guna menjaga daya tarik wisata dan meningkatkan kenyamanan pengunjung.
Selanjutnya, Disparpora juga telah berkoordinasi dengan pihak keamanan untuk memastikan kelancaran arus lalu lintas menuju kawasan wisata. Langkah ini penting, mengingat akses menjadi faktor krusial dalam meningkatkan trafik wisatawan Lebaran.Di sisi lain, Elsiwa menegaskan bahwa pengelola destinasi dan pelaku usaha wisata wajib meningkatkan kualitas layanan.
Mulai dari kebersihan area wisata, pengelolaan sampah, hingga penataan parkir dan fasilitas umum, semuanya harus diperhatikan secara optimal.
Tidak hanya itu, aspek keselamatan juga menjadi prioritas. Oleh karena itu, pengelola diminta memperkuat mitigasi bencana wisata agar pengunjung tetap merasa aman.
Menariknya, meskipun jumlah kunjungan menurun, beberapa titik wisata di Lembah Harau sempat ramai. Wisatawan terlihat memadati kawasan Sarasah Bunta, Sarasah Murai, hingga Sarasah Luluih. Bahkan, aktivitas seperti berenang dan bermain air masih menjadi favorit pengunjung.
Editor : Editor