Padang, - Wali Kota Padang Fadly Amran menggelar pertemuan dengan pimpinan perusahaan di Kota Padang, membahas Corporate Social Responsibility (CSR), di Kinol Bistro Padang, Senin (4/5/2026). Pertemuan ini bertujuan mendorong keterlibatan dunia usaha dalam memberikan perlindungan bagi pekerja rentan.
Fadly Amran mengungkapkan, saat ini sebanyak 138.299 pekerja telah terdaftar dalam program BPJS Ketenagakerjaan. Namun, masih terdapat sekitar 232.315 pekerja yang belum terlindungi, terutama dari sektor informal seperti freelancer, pengemudi ojek, tukang bengkel, dan pedagang kecil.
“Ini menjadi tanggung jawab kita bersama sebagai pemberi kerja untuk memastikan perlindungan bagi tenaga kerja. Kita tidak ingin mereka yang memiliki resiko tinggi, ketika mereka sakit atau mengalami kecelakaan kerja, tidak mendapatkan perlindungan,” pungkasnya.
Fadly Amran menambahkan, Pemerintah Kota Padang telah mengambil langkah dengan memberikan perlindungan kepada sekitar 10.103 pekerja rentan melalui pembiayaan APBD Kota Padang. Ke depan, Pemerintah Kota Padang menargetkan cakupan ini meningkat menjadi 37.648 pekerja.“Saya yakin setiap perusahaan memiliki program CSR. Melalui kesempatan ini, saya mengajak agar sebagian dari program tersebut dapat diarahkan untuk membantu perlindungan pekerja rentan di Kota Padang,” pungkas Fadly Amran.
Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Padang Afrialdi menyampaikan bahwa Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia telah menetapkan target capaian Universal Coverage Jamsostek (UCJ) Kota Padang sebesar 32 persen dari total pekerja.
“Capaian saat ini berada di kisaran 25 persen, sehingga masih terdapat selisih yang perlu dikejar. Melalui kolaborasi ini, kami mendorong keterlibatan dunia usaha untuk turut berkontribusi dalam peningkatan cakupan UCJ, salah satunya melalui pemanfaatan dana CSR,” jelasnya. (***)
Editor : Editor

