Jakarta, - Dony Oskaria, sosok di balik layar transformasi BUMN dan Danantara Indonesia, untuk pertama kalinya membuka pandangannya mengenai arah ekonomi negara, warisan yang ingin dibangun, dan harapannya bagi masa depan Indonesia.
Putra Tanah Datar ini mengungkapkan bahwa pemerintahan saat ini tengah membangun fondasi kuat menuju Indonesia Emas 2045, dengan fokus utama pada ketahanan pangan, energi, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Danantara hadir sebagai pengelola investasi negara yang berperan mengonsolidasikan BUMN agar lebih efisien dan profesional, serta memisahkan fungsi aset dan investasi demi tata kelola lebih baik.
Strategi pembenahan dilakukan lewat empat jalur: likuidasi, divestasi, konsolidasi, dan restrukturisasi, yang juga diterapkan pada perusahaan bermasalah seperti Garuda Indonesia dan Krakatau Steel.
Meluruskan berbagai persepsi, Dony menegaskan kinerja positif BUMN dengan laba kolektif Rp335 triliun pada 2025, serta memastikan dana Danantara tidak digunakan untuk program Koperasi Desa Merah Putih.
Ia juga memperkenalkan Danantara Sumber Daya Indonesia (DSI), instrumen khusus untuk mencegah praktik merugikan negara seperti transfer pricing agar kekayaan alam memberi manfaat maksimal bagi rakyat.Di balik seluruh strategi teknis, Dony menekankan motivasi terbesarnya: meninggalkan warisan (legacy). Ia tidak lagi mengejar popularitas, melainkan memastikan BUMN berada dalam kondisi terbaik saat diteruskan generasi mendatang.
"Tidak perlu saya yang dikenang, tetapi paling tidak Danantara berhasil mewujudkan mimpi dan harapan begitu banyak rakyat Indonesia," ujarnya.
Ia mengajak masyarakat aktif mengawasi kinerja pemerintah dan lembaga negara, karena menurutnya, keberhasilan tidak ditentukan oleh narasi, melainkan pembuktian lewat waktu.
"Kita bisa mengatakan apa saja, tetapi waktulah yang akan menentukan apakah benar kita melakukan apa yang kita janjikan," tutup Dony, menegaskan bahwa perjalanan besar ini baru saja dimulai demi kemajuan Indonesia. (***)
Editor : Editor