Gempa Sulbar Duka Sumbar, Unand Kirim Dokter Bedah ke Majene

oleh -114 views
Rektor Unand Prof Yuliandri lepas dokter dan perawat ke Majeni, mereka mengembangkan misi kemanusiaan membantu dampak gembala Sulbar, Minggu 17/1 (foto: dok/hms-unand)

Padang,—Gempa bumi mendera Sulawesi Barat (Sulbar) , banyak properti pemerintah dan rakyat luluh lantak oleh getaran 6,2 skala righetr diikuti puluhan gempa susulan.

Kerusakan masif dan jatuhnya banyak korban manusia, bagi orang Sunbar tak terkecuali Universitas Andalas merasakan duka atas bencana gempa bumi di Sulbar itu.

Tak berpikir panjang, hari ini Universitas Andalas mengirimkan Tim Tanggap Bencana ke wilayah gempa di Mamuju, Majene, Sulawesi Barat.

Satuan tugas dari Tim Pusat Tanggap Bencana (PTB) Universitas Andalas, terdiri atas enam dokter dan dua perawat. Tim Tanggap Bencana Unand itu Minggu 17/1 dilepas Rektor Universitas Andalas Prof. Yuliandri, di Pascasarjana Kedokteran, Jati, Padang.

“Saya lepas kawaa-kawan, Tim Tanggap Bencana Sunbar ke Mamuju-Majene dengan mengemban misi kemanusiaan,” ujar Prof Yuliandri.

Rektor mengungkapkan keberangkatan satuan tugas ini dalam rangka misi kemanusiaan.

_Saya sudah berkoordinasi dengan Gubernur, Kapolda, Kepala BNPB Doni Munardo dan Sestama BNPB Harmensyah, Dirjen Dikti Prof. Nizam dan juga Sekjen Kemendikbud Prof. Ainun Na’im, atas keberangkatan tim ini,”ujar Yuliandri.

Pihak-pihak tersebut kata Prof Yuliandri menyatakan dukungan kepada Tim Tanggap Bencana Universitas Andalas.

“Gubernur dan Kapolda memberikan apresiasi yang luar biasa karena keberangkatan tim dari Universitas Andalas sekaligus mewakili masyarakat Sumatra Barat (Sumbar),”ujar Rektor.

Lebih lanjut, Rektor menyampaikan, berangkatnya tim ini sebagai bentuk kontribusi Universitas Andalas dalam membantu meringankan beban saudara-saudara yang terdampak gempa di Majene, Mamaju dan sekitarnya.

“Saya berharap bantuan yang diberikan dapat meringankan beban saudara kita di sana dan juga membantu tugas pemerintah dalam hal kesehatan,” ujar Guru Besar Ilmu Perundang-Undangan ini.

Selain itu, Tim Tanggap Bencana Unand itu didukung Dirut Rumah Sakit Umum Pusat M. Djamil dan juga Dirut Rumah Sakit Universitas Andalas dengan membawa obat-obatan dan peralatan medis.

“Selamat bertugas dan selamat jalan kawan, tetap jaga semangat solidaritas dan menjaga kesehatan, stamina bantu saudara kita di Sulbar dengan sepenuh hati, jalin koordinasi dengan pihak terkait dalam penanganan bencana gempa di Majene,”ujar Prof Yuliandri.

Tim Tanggap Bencana Unand dipimpin dr. Riendra,SpB.TKV beranggotakan beberapa dokter spesialis, masing-masing dr. Hermansyah, SpOT (K), dr, Emilzon Taslim, SpAn-KAO,KIC, M.Kes, SH, dr. Heldrian Dwinanda, SpB (Traine Onko), dr. Givari (PPDS Unand), dr. Rico Ikhsani (PPDS Bedah), Ns. Syafri Syam, S.Kep (Perawat Anest), Zafitra Patriotga, S.Kep (Perawat OK RS Unand).

Ketua LPPM Universitas Andalas Dr. Ing Uyung Gatot S. Dinata mengatakan, para dokter akan membantu operasi bedah tulang dan penanganan luka para korban gempa.

“Semoga meringankan penderitaan korban gempa dan membantu pemerintah daerah di sana,”ujar Uyung.

Ketua Tim, Riendra mengemukakan, tim yang dipimpinnya akan berbuat yang terbaik bagi masyarakat yang terkena bencana gempa.

“Segala upaya dan kemampuan terbaik kita kerahkan demi membantu meringankan derita saudara yang terkena dampak bencana ini,” ujarnya yang sebelumnya juga menjadi ketua tim saat bencana tsunami dan gempa bumi di Palu Donggala Sulawesi Tengah (Sulteng).(*rilis: hms-unand)