Pasaman,---Masyarakat dan Tokoh Masyarakat (Tomas) Nagari Simpang Tonang Kecamatan Duo Koto Kabupaten Pasaman Minggu, 11/3 heboh.Mereka bereaksi atas aktifitas PT Inexco Jaya Makmur (IJM) yang beroperasi tanpa melibatkan tokoh masyarakat.
"Kami minta perusahaan itu keluar dari tanah ulayat rakyat Simpang Tonang ini,"teriakan Korlap Aksi, Ihsan di tengah massa demo, Minggu siang tadi.Aksi rakyat mendapat pengawalan dari Polres Pasaman. Alasan ratusan masyarakat tepat karena mereka tahu dan menduga IUP PT. IJM berada di Nagari Cubadak bukan di Nagari Simpang Tonang.
"Selain itu Perusahaan tidak pernah melibatkan tokoh masyarakat, tokoh adat dan pemuda Simpang Tonang saat proses pengurusan izin pertambangan bahkan sosialisasi sekalipun juga tidak,"ujar Ihsan.[caption id="attachment_6854" align="aligncenter" width="1040"]
Aksi masyarakat Simpang Tonang Pasaman tolok aktifitas perusahaan di tanah ulayat, Minggu 11/3 (foto: yoni/walhi)[/caption]
Malah beberapa perwakilan masyarakat menyampaikan secara langsung pada dinas ESDM, DPMTSP serta DPRD Sumbar komisi III, IV bidang perizinan dan pertambangan namun tidak lanjut dari penyampaian aspirasi tersebut tak kunjung ada tindak lanjut hasilnyaAksi masyarakat berjalan baik perwakilan diterima pimpinan lapangan perusahaan dengan difasilitasi oleh Kapolres Pasaman. Pihak perusahaan berjanji tidak akan melakukan aktivitas penambangan sampai proses izin dan permasalahan dengan masyarakat selesai.
"Kita lihat realisasi janjinya, kalau tidak juga maka aksi lebih besar siap kami laksanakan lagi, terima kasih pak Kapolres Pasaman yang mengawal dengan bersahabat aksi kami hari ini,"ujarnya. (*yoni/walhisumbar)
Editor : Adrian Tuswandi, SH