Oleh: Matlal Fajri AlifAkademisi UNAND
DOSEN DEPARTEMENKimia FMIPA UNAND melakukan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) di Jorong Dalam Koto, Tilatang Kamang, Kabupaten Agam, mengangkat topik bimbingan dan pelatihan pengembangan usaha akuaponik di kolam ikan TPQ & RTQ Raudhatul Adzkia pada hari Sabtu 3/12-2022.Tim PKM UNAND diketuai Prof.Dr. Refilda, beranggotakan tiga belas orang dosen Kimia lainnya. Mereka dibantu seorang penyuluh perikanan lapangan serta tiga orang mahasiswa. Tim ini bekerjasama dengan Taman Pendidikan Qur’an (TPQ) dan Rumah Tahzhul Qur’an (RTQ) Raudhatul Adzkia Jorong Dalam Koto untuk memecahkan permasalahan yang dihadapi TPQ & RTQ Raudhatul Adzkia.
[caption id="attachment_63996" align="alignnone" width="1086"]
Tim PKM Departemen Kimia UNAND dengan pengurus dan santri TPQ & RTQ Raudhatul Adzkia.(dok)[/caption]Permasalahan utama TPQ Raudhatul Adzkia adalah kurangnya biaya operasional untuk menjalankan kegiatan dan gaji guru. Untuk memenuhi kebutuhan biaya operasional ini TPQ Raudhatul Adzkia sudah mulai memiliki wawasan untuk melakukan suatu usaha sendiri selain hanya mengharapkan bantuan dari masyarakat, namun hasilnya belum mencukupi untuk biaya operasional.
Sistem Akuaponik adalah sistem hidroponik yang dipadukan dengan kolam ikan sebagai sumber nutrisi tanaman. Akuaponik model rakit ini bisa dibilang akuaponik yang sederhana dan mudah dibuat.Rakit apung bisa dibuat dari styrofoam atau bahan lain yang bisa mengapung, kemudian dilubang dan ditempatkan pot kecil yang diberi penyangga bisa berupa kapas, kerikil, rockwool atau hydrotron untuk tempat tanaman bertumbuh dan berdiri.
Model Akuaponik Apung ini, seluruh perakaran tanaman terendam dalam larutan nutrisi yang diberi aerasi dengan pompa udara akuarium airstone selama 24 jam. Tujuan aerasi adalah menambah pasokan oksigen pada air yang nantinya dimanfaatkan akar tanaman.Usaha budidaya ikan lele ini sudah berjalan lebih kurang satu tahun, hasil yang diperoleh dari 3 kali panen sebahagian sudah digunakan untuk menambah biaya operasional TPQ dan RTQ, namun hasil tersebut masih belum mencukupi kebutuhan biaya operasional. Oleh karena itu kerjasama Tim PKM dengan mitra perlu dilanjutkaan dalam upaya pengembangan usaha yang harus dilakukan.
Dalam kesempatan itu Kepala Sekolah TPQ Raudhatul Adzkia, Riky Prayudhi, S.H.I., menyampaikan rasa terima kasih mereka atas bimbingan tim dosen UNAND. Mereka telah memulai melakukan prosedur akuaponik ini pada kolam di area lahan TPQ.Kemudian Riky berharap ke depannya hasil panen akan dikemas dengan packing lebih baik dan akan dipasarkan ke beberapa pedagang dari beberapa daerah yang bisa diajak kerjasama. Diharapkan dengan kegiatan itu akan menciptakan sekolah dengan lulusan yang mandiri dan mampu berwirausaha.(analisa)
Editor : Adrian Tuswandi, SH