Lima Puluh Kota, - Selama bertahun-tahun, Jorong Buluh Kasok di Kenagarian Sarilamak dikenal sebagai sudut perkampungan yang tenang, namun kerap menyimpan kecemasan tersendiri bagi warga kurang mampu di kala musim hujan tiba.
Salah satunya adalah Misnawati. Namun hari itu, suasananya berubah total. Di tengah riuh rendah gotong royong, kebahagiaan menyeruak dari sebuah rumah yang baru selesai dibedah.
Sambil menyeka air mata yang mengambang di sudut matanya yang mulai berkaca-kaca, Misnawati, salah seorang warga penerima bantuan bedah rumah, tidak mampu menyembunyikan rasa harunya saat dihampiri oleh awak media, Senin (20/7/2026).
Dengan suara yang bergetar menahan tangis bahagia, ia mengungkapkan rasa syukur yang teramat dalam atas kehadiran TNI di kampungnya melalui program Tentara Manunggal Membangun Desa/Nagari (TMMD/N) ke-129.
"Saya tidak pernah menyangka bisa punya rumah yang layak dan aman. Selama bertahun-tahun, kalau hujan lebat datang, hanya bisa terjaga semalaman karena takut atap bocor dan air sungai meluap sampai ke dalam rumah," ujar Misnawati.
Bagi Misnawati, kehadiran satgas TMMD/N ke-129 bukan sekadar proyek pembangunan fisik biasa.Kehadiran Letkol Inf Adi Novriadi Nata dan para prajurit TNI dirasakannya sebagai jawaban atas doa-doa panjang yang ia langitkan setiap malam dari gubuk lamanya.
Jorong Buluh Kasok menjadi saksi bagaimana kemanunggalan TNI dan rakyat benar-benar nyata tanpa sekat.
Misnawati mengaku sangat tersentuh dengan keramahan sang Dandim yang tidak canggung duduk langsung di lantai kayu bersamanya untuk mendengarkan keluh kesah masyarakat kecil.
Di atas lantai kayu sederhana itulah, dialog dari hati ke hati tercipta, menghapus batasan antara pejabat militer dan warga pelosok.
Editor : Editor
