PT Bukalapak Tbk Terjerat Kasus PSAK 1

Sismira, analisa soal PT Bukalapak Tbk. (dok)
Sismira, analisa soal PT Bukalapak Tbk. (dok)

Oleh: SismiraMahasiswa Departemen Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Andalas)

PERMASALAHAN PT Bukalapak seiras tapi tidak sama dengan kasus Garuda Indonesia. PT Bukalapak merupakan salah satu e-commerce Indonesia dari tahun 2010.PT Bukalapak bertujuan mendukung usaha kecil dan menengah dengan membuka usaha online dan mendukung bisnis keluarga tradisional. Isu permasalahan PT Bukalapak Tbk adalah kesalahan penyajian laporan keuangan terkaitu nilai investasi di perusahaan anak yang seharusnya 1 juta dolar dicatatkan 1 miliar dolar oleh manajemen.

Hal ini membuat PT Bukalapak diinterogasi oleh BEI akibat laporan keuangan kuartal pertama tahun 2022 tidak diaudit, sehingga terdapat kejanggalan berupa laba usaha sebelumnya tercatat merugi pada 31 Desember 2021 tiba-tiba mengalami keuntungan.Pada Triwulan I tahun 2022 Bukalapak berhasil membalikkan kerugian triwulan I 2021 menjadi laba bersih. Triwulan I 2021 Bukalapak mengalami kerugian bersih Rp323,25 miliar dan mencetak laba di triwulan 1 2022 sebesar Rp14,55 triliun. Peningkatan laba usaha ini terjadi karena adanya lonjakan dari pos laba nilai investasi yang belum terealisasi sebesar 15,49 triliun.

Berdasarkan siaran pers Bukalapak , peningkatan signifikan pos laba nilai investasi disebabkan oleh laba nilai investasi dari PT Allo Bank Tbk, di mana perusahaan dan pemegang saham pengendali tunggal Allo Bank mengadakan perjanjian pegalihan dimana perusahaan akan memiliki porsi hak memesan efek terlebih dahulu sebesar 11,49% saham baru dari total saham yang diterbitkan setelah proses right issue.Permasalahan lainnya adalah terdapat kesalahan penyajian laporan keuangan PT Bukalapak pada kuartal III tahun 2021. Hal ini berkaitan degan nilai akuisisi PT Belajar Tumbuh Berbagi sebesar 1 miliar dollar AS yang seharusnya 1 juta dollar AS. Namun, Fairuza Ahmad Iqbal sebagai head of Media Communication Bukalapak mengakui kesalahan dalam pencatatan yang terjadi dan pihak Bukalapak telah mengklarifikasi kesalah penyajian nilai akuisisi kepada BEI mengenai 1 juta dolar bukan 1 miliar dolar.

Kaitan kasus ini dengan PSAK 1 dilihat dari permasalahan yang terjadi pada PT Bukalapak adalah tidak menyajikan laporan keuangan sesuai dengan PSAK 1 yang tujuannya tertulis bahwa dasar-dasar bagi penyajian laporan keuangan bertujuan umum atau general purpose financial statement agar dapat dibandingkan dengan laporan keuangan sebelumnya atau entitas lain.PSAK 1 juga menjelaskan dalam laporan laba rugi, selisih pendapatan dengan beban dan tidak termasuk komponen pendapatan komprehensif lainnya. Namun dalam kasus ini PT Bukalapak menggabungkan seluruh pendapatan termasuk pendapatan komprehensif. Seharusna pendapatan yang diperoleh dari investasi harus diserahkan atau disajikan sebagai laba nilai investasi bukan laba usaha dan setelah laba usaha.

PT Bukalapak.com Tbk melaporkan keuntungan investasi yang belum direalisasi dan direalisasikan sebagai bagian dari laba rugi sebelum pajak, meskipun bisnis utamanya bukan di bidang investasi.Menurut PT Bukalapak.com Tbk, kegiatan investasi ini merupakan bagian dari kegiatan usaha inti perseroan sesuai dengan perubahan penggunaan penawaran umum perdana (IPO) yang disetujui RUPS.

Dan selain itu, kepemilikan perusahaan kurang dari 20% pada saham pasar modal tidak memberikan pengaruh yang signifikan, karena perusahaan mengakui dan menyajikan investasi tersebut sesuai dengan PSAK 71, yaitu diakui sebagai aset keuangan pada nilai wajar dengan perubahan melalui laporan laba rugi dan disajikan sebagai jangka pendek sesuai dengan PSAK 1.Ada hal menarik dalam kasus Bukalapak, yakni dalam laporan sementara 31/03/2022, pada kelompok pendapatan, “Hasil investasi yang belum dan telah terealisasi” adalah Rp 15,49 triliun. Akun ini belum bersifat umum dan sekaligus tidak layak untuk digolongkan sebagai pendapatan (biasa), yaitu dari kegiatan usaha BUKA yang sebenarnya. Dalam hal ini, kesalahan pencatatan nilai perolehan tidak mempengaruhi laporan keuangan, tetapi mempengaruhi catatan atas laporan keuangan konsolidasian tahun 2021.

Catatan atas laporan keuangan tahunan sangat penting, karena memberikan informasi dasar untuk penyusunannya. laporan akuntansi tahunan dan prinsip perhitungannya. Selain itu, CALK mengungkapkan informasi yang disyaratkan oleh SAL yang tidak diungkapkan di bagian lain dalam laporan keuangan. CALK juga memberikan informasi yang tidak disajikan di bagian lain dalam laporan keuangan tetapi sangat penting untuk memahami laporan keuangan. CALK berusaha untuk memastikan bahwa laporan keuangan yang disusun oleh manajemen perusahaan dapat dipertanggungjawabkan kepada pemiliknya.Berdasarkan pembahasan di atas dapat disimpulkan bahwa setiap perusahaan harus menyajikan laporan keuangan sesuai dengan PSAK 1. Perusahaan harus menyajikan dan melaporkan sebagaimana adanya, tanpa perlu memanipulasi dan membumbui laporan keuangan. Laporan keuangan juga harus disajikan secara wajar dan sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan.

Sejak akhir tahun 2019 telah diunggah akun pendapatan komprehensif lain (terms) dan OCI adalah akun pos terpisah yang menurut kami cara paling tepat untuk mencatat pendapatan investasi dalam kasus Bukalapak adalah melalui akun Pendapatan Komprehensif Lain.Selain itu, lampiran laporan keuangan sangat penting karena memberikan informasi dasar untuk penyusunan laporan keuangan dan prinsip akuntansi. Selain itu, CALK mengungkapkan informasi yang disyaratkan oleh SAL yang tidak diungkapkan di bagian lain dalam laporan keuangan. (analisa)

Editor : Adrian Tuswandi, SH
Tag:
Bagikan

Berita Terkait
Terkini