Oleh: Muhammad Rahmad, Staf Khusus Menteri Pariwisata RI
Di ujung timur Sumatera Barat ada sebuah ngarai kecil bernama Sialang Batu. Dinding batunya menjulang seperti tembok raksasa. Di kakinya mengalir sungai yang jernih dan dingin.
Letaknya di Nagari Sialang, Kecamatan Kapur IX, Kabupaten Limapuluh Kota. Dulu tempat ini hanya bisa dicapai dengan berjalan kaki. Setelah jalan diperlebar, waktu tempuhnya tinggal dua puluh menit dari Lubuak Batang.
Pada akhir 2017 fotonya beredar di media sosial dan tempat itu viral. Sejak itu ratusan orang datang setiap hari libur. Sudah hampir sembilan tahun berlalu.
Lalu apa manfaatnya buat masyarakat sekitar?
Pertanyaan itu yang paling layak diajukan, karena di situlah desa wisata diuji. Cara kerjanya sebenarnya sederhana. Desa wisata mengubah hal-hal yang selama ini dianggap biasa oleh warga menjadi sumber penghasilan, tanpa memindahkan siapa pun dan tanpa mengganti mata pencaharian yang sudah ada.Data Kementerian Pariwisata per Februari 2026 mencatat 6.199 desa wisata di Indonesia. Sebanyak 4.851 masih berstatus rintisan, 996 berkembang, 318 maju, dan hanya 34 yang mandiri. Sialang ada di kelompok pertama, bersama mayoritas.
Ada satu hal soal status yang perlu diluruskan. Nagari Sialang sudah terdaftar dan terverifikasi di Jadesta, jejaring desa wisata milik Kementerian Pariwisata. Tetapi terdaftar secara nasional tidak sama dengan ditetapkan secara resmi oleh daerah. Sampai kini belum ditemukan surat keputusan bupati yang menetapkannya, dan namanya belum muncul di daftar desa wisata yang ditampilkan dinas pariwisata kabupaten. Padahal surat keputusan itu pintu masuk bagi anggaran daerah, legalitas homestay warga, dan akses pembiayaan bank. Bila belum ada, inilah langkah pertama yang paling murah dan cepat.
Praktik terbaiknya sudah terbukti. Lima desa Indonesia meraih predikat Best Tourism Village dari UN Tourism, yaitu Nglanggeran pada 2021, Penglipuran pada 2023, Jatiluwih dan Wukirsari pada 2024, serta Pemuteran pada 2025.
Angkanya nyata. Penglipuran di Bali membukukan Rp25,8 miliar pada 2023 dari tiket masuk saja.
Editor : Editor