PENDEKATAN green technology merupakan salah satu cara dalam pemanfaatan limbah organik yang berasal dari restoran, hotel, penjual makanan berupa sisa-sisa makanan yang dimanfaatakan menjadi sumber pakan bagi ternak.Ternak yang dimaksud ini adalah Bebek Peking (Anas platyrhynchos domesticus). Pemilihan Bebek peking sebagai ternak yang mampu mengkonsumsi pakan dari olahan limbah sisa makanan ini dikarenakan untuk urusan pakan bebek jenis ini tidak banyak permasalahan dan bersifat mampu memakan segalanya.
Selain itu, dari segi penyakit unggas sangat sedikit ditemui penyakit untuk bebek jenis ini. Untuk mendukung program tersebut perlu adanya kerjasama antara pemerintah setempat dengan berbagai pihak, salah satunya pihak akdemisi agar mampu memberikan solusi terhadap permasalahan secara tepat dan efektif.Melalui kegiatan PKM dosen yang diketuai oleh Bapak Dr.Candrianto, ST.M.Pd, dengan anggota Isra Mouludi, S.Kom, M.Kom, Miratul Hasni, SH.M.Pd, Ridha Luthvina, MT dan Wahyuni Amalia, MT dapat menjawab tantangan tersebut.
Candrianto, menjelaskan ada beberapa teknologi pengolahan sampah organik yang menjadi terkenal saat ini adalah biokonversi maggot dan ecoenzyme yang mulai banyak dilakukan masyarakat.Akan tetapi, hal ini masih menghadapi tantangan berat dalam pemanfaatannya sedangkan masyarakat ingin nilai pemanfaatan praktis, cepat menghasilkan manfaat ekonomis.
Oleh karena itu, pendekatan green technology diharapkan mampu mendatangkan alternatif terbaru untuk memberikan opsi terbaik terhadap masyakarat agar mampu melakukan praktik pengurangan sampah dari sumbernya. Pada kegiatan ini, peserta dibekali dulu dengan teori tentang sampah organik beserta olahannya kemudian diberikan kesempatan untuk ikut bagaimana mempraktikkan cara pengolahan sampah organik dengan menggunakan mesin pelet.Melalui kegiatan pengabdian masyarakat ini berupa memberikan penyuluhan kepada pelaku UMKM Saiyo Sakato yang terdiri dari remaja, ibu-ibu maupun bapak-bapak terutama yang berusia 25 tahun sampai dengan 50 tahun tentang pemanfaatan limbah organik sebagai pakan ternak.
Pada kegiatan ini peserta dibagi atas beberapa kelompok kecil dan masing-masing kelompok diberikan pengetahuan awal kemudian di berikan pelatihan mulai dari mengumpulkan sampah organik, menguraikannya dan mengolahnya dengan menggunakan mesin pelet untuk mendapatkan pakan dari hasil pengolahan dan pemanfaatan sampah organik.Hasil dari kegiatan pengabdian masyarakat ini diharapkan mampu mencarikan solusi dalam pemanfaatan limbah organik sebagai pakan ternak budidaya bebek pedaging untuk meningkatkan kesejahteraan Masyarakat.
Peserta yang hadir sangat banyak dan diluar target, namun tim PKM tetap memberdayakan seluruh peserta karena semakin antusiasnya banyak sekali pertanyaan-pertanyaan yang diajukan, salah satunya kalau pelet yang dihasilkan dari olahan sampah organik ini berhasil dan jumlah bebek pedaging berkembang biak kemana kami harus memasarkannya.Dengan semangat Candrianto, menjawab bisa…..aa dicarikan area pasarnya dan bapak, ibu harus serius dan bersungguh-sungguh, insyaallah doa kita dijabah oleh Allah, SWT, Aaamin….. riuh tepuk tangan dari seluruh peserta buat dosen Politeknik ATI Padang.Wali Nagari Panampuang, Etriwarmon, S.Pd mengatakan bahwa dia sangat senang, bangga dan berterima kasih kepada dosen-dosen Politeknik ATI Padang karena telah memilih nagarinya sebagai tempat pelatihan pengolahan sampah organik melalui pendekatan Green Technology dengan menggunakan teknologi berupa mesin pelet untuk pakan ternak bebek pedaging.Dengan program ini Walinagari berharap dapat meningkatkan kegiatan pelaku UMKM Saiyo Sakato bersama KUB/KUBE yang merupakan wadah berusaha dengan menerapkan prinsip ekonomi demi meningkatkan kesejahteraan anggota agar keluar dari kemiskinan di Kenagarian Panampuang, kecamatan Ampek Angkek, Kab. Agam.
Candriato berharap kepada Politeknik ATI Padang untuk menjadikan nagari panampuang yang dijuluki nagari Zero Waste sebagai daerah binaannya.Sekali lagi atas nama PKM Dosen Poltek ATI, Candrianto mengucapkan terima kasih dengan adanya penyerahan bantuan peralatan yang cukup mahal untuk pengolahan sampah organik menggunakan pendekatan Green Technology dengan mesin pelet.
Candrianto menjelaskan Mesin Pelet ini dibuat oleh TIM PKM Dosen Politeknik ATI Padang tahun 2023 ini telah disumbangkan kepada UMKM Saiyo Sakato yang berlokasi di kenagarian panampuang. Alat yang disumbangkan berupa 1 (satu) buah mesin beserta alat pendukung lainnya.Sebelum penyerahan peralatan ini kepada wali nagari dan ketua UMKM Afrizal, TIM PKM dosen memberikan sosialisasi tentang penggunaan peralatan,
Pendidikan dan pelatihan serta pembimbingan dalam mengolah sampah organik dengan menggunakan pendekatan Green Technology kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan Berita Acara serah terima bantuan peralatan dan ditutup dengan membaca Do’a dan foto bersama.(analisa)Oleh : Tim PKM Dosen Prodi Politeknik ATI Padang
Editor : Adrian Tuswandi, SH