Bunuh Diri Makin Marak Di Kalangan Mahasiswa ! ada apa dengan mahasiswa Indonesia?

Putra Melandry (dok)
Putra Melandry (dok)

MENJELANG akhir tahun 2023 sudah banyak sekali kasus bunuh diri yang dilakukan oleh mahasiswa-mahasiswa Indonesia, dengan berbagai macam motif kasus yang terjadi mulai dari masalah percintaan, tak mampu mengerjakan tugas-tugas kuliah, hingga masalah tak mampu membayar biaya kuliah.Sebenarnya ada apa dengan mental health mahasiswa-mahasiswa Indonesia?

Mengapa begitu mudah mengakhiri hidup karena tidak mampu menyelesaikan masalah-masalah yang ada?Apakah begitu banyak tekanan pada mahasiswa-mahasiswa Indonesia?

Berdasarkan data Pusat Informasi Kriminal Nasional (Pusiknas) Kepolisian RI (Polri), ada 971 kasus bunuh diri di Indonesia sepanjang periode Januari hingga 18 Oktober 2023. Berbeda dengan tahun sebelumnya yaitu 900 kasus, artinya ada peningkatan kasus bunuh diri dari tahun 2022 ke tahun 2023. Di antara 900 sampai 971 kasus dari 2022 hingga 2023 tersebut menimpa sebagian mahasiswa-mahasiswa Indonesia. 

Baru baru ini terjadi kasus bunuh diri yang dilakukan mahasiswa dari kampus ternama Sumatera Barat, kejadian ini terjadi di kos-kosan nya yang berada di daerah Jati kecamatan Padang Timur, Kota Padang pada Kamis (16/11/2023), diidentifikasi korban berasal dari Fakultas Kedokteran, menurut perbincangan yang terjadi di masyarakat, alasan korban melakukan bunuh diri karena tidak mampu menghadapi tekanan saat praktik KOAS.Beralih ke Pulau Sulawesi, pada akhir tahun 2022 lalu terdapat juga kasus bunuh diri di Sulawesi khususnya Sulawesi Selatan, kasus bunuh diri tersebut menimpa mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya di salah satu kampus di Sulawesi Selatan, mahasiswa tersebut kedapatan gantung diri di rumah kosong pada senin (14/11/2022) menurut berita yang tersebar di media pada tahun lalu alasan mahasiswa tersebut bunuh diri karena banyaknya beban tugas dan padatnya kegiatan-kegiatan di kampus, lantaran beban tersebut akhirnya mahasiswa yang bersangkutan memutuskan untuk bunuh diri di rumah kosong.

Selain dua kasus di atas masih sangat banyak kasus mahasiswa bunuh diri yang menimpa mahasiswa Indonesia dari tahun ke tahun, dari berbagai kampus dan berbagai fakultas dengan alasan yang bermacam-macam.Kasus-kasus bunuh diri ini harus menjadi perhatian lebih oleh para orang tua mahasiswa, elemen elemen kampus mulai dari badan konseling kampus hingga tokoh-tokoh agama di Indonesia. Selain itu harus ada upaya yang dilakukan oleh kampus terkait guna mencegah terjadinya bunuh diri yang menimpa mahasiswa.

Memperkuat nilai rohani dan religi pada mahasiswaDalam hal ini kampus harus bekerja sama oleh tokoh-tokoh agama yang ada di lingkungan masyarakat, dengan tujuan memperkuat nilai-nilai keagamaan dan memberi pemahaman lebih dalam mengenai larangan bunuh diri yang dilarang keras oleh agama. Kampus bisa saja mengadakan seminar keagamaan hingga kajian-kajian agama yang dilakukan di kampus.

Menarik daya minat mahasiswa untuk mau menggunakan jasa konselingSelain memberikan jasa konseling di kampus, kampus juga harus berupaya membuat mahasiswa-mahasiswanya tertarik menggunakan jasa konseling yang ada, kampus harus mencari tahu apa alasan mahasiswa terkesan tidak tertarik untuk menggunakan jasa konseling yang ada hingga lebih memilih jalan untuk mengakhiri hidup

Mendengarkan keluh kesah teman yang mengalami masalahSebagai teman yang baik wajib rasanya menjadi tempat curhat bagi teman kita yang sedang mengalami masalah, terkadang orang yang mempunyai masalah yang berat butuh tempat untuk bercerita sehingga ada kemungkinan pada orang yang mengalami masalah tersebut merasa lebih lega dan bisa mencegah orang tersebut melakukan bunuh diri.

Kesimpulannya sebagai mahasiswa kita harus lebih peduli pada orang-orang sekitar kita, terutama teman kita. Sekedar menanyakan “bagaimana kabarmu hari ini?” saja saya rasa cukup.(analisa)Oleh: Putra Melandry

Mahasiswa Ilmu Komunikasi UNAND

Editor : Adrian Tuswandi, SH
Tag:
Bagikan

Berita Terkait
Terkini