Dan setelah itu barulah beberapa universitas di Indonesia mulai mengundang saya. Dimulai dari Unand atas undangan Prof. Musliar Kasim yang waktu itu menjadi rektornya.
November 2019 lalu atas undangan Prof. Tati Suryati Syamsuddin saya diminta juga memberi kuliah umum diprogram magister Sekolah Tinggi Ilmu Hayati Institut Teknologi Bandung (SITH - ITB) setelah dia mendengar langsung paparan saya "Avian Tourism" disalah satu konferensi dan seminar Burung internasional karena pada saat itu saya menjadi salah satu pembicara bersama ahli burung internasional.
Dikampus ternama tersebut saya bicara "Green Tourism Solusi Pariwisata Dunia" serta "Green and Blue Healing" bagaimana membuat program wisata yang menyehatkan dengan back up konsep Forest Healing dan Oceanic Healing.
Dan pada saat itu semua peserta seperti terpana setelah saya mengatakan bahwa ahli biologi memegang peranan yang sangat penting dalam dunia kepariwisataan karena mereka yang ahli tentang flora dan fauna.
Akhirnya para dekan yang lain dikampus tersebut meminta saya juga untuk bicara difakultasnya masing - masing.
Bahkan bersama Fakultas biologi Unand dan biologi ITB kami akan bekerjasama how to create a green tourism destination diIndonesia.Karena dalam bisnis pariwisata yang saya geluti "walaupun tanpa ijazah dan modalpun bisa!" asal kreatif dan berani dalam menggarap programnya.
Bahkan dalam konsep pariwisata yang saya kuasai apapun bisa dijual. Bahkan kendala bisa menjadi nilai yang sangat ekonomis asal kita jeli dalam penggarapan dan target marketnya.
Sengaja diawal bisnis saya dipariwisata saya memulai dengan konsep Life Experience Tourism dengan menjual keunikan sebuah destinasi dan apa adanya.
Dan orang baru di team saya selalu saya suruh untuk terjun langsung dalam sebuah program supaya mereka betul - betul dapat pengalaman langsung dalam penggarapan sebuah program.
Editor : MS