Posyandu Terintegrasi untuk Peningkatan Kualitas SDM Sejak Dini

Posyandu terintegrasi tidak hanya menyediakan penimbangan berat badan balita, tetapi juga menghadirkan kegiatan tambahan berupa BKB (Bina Keluarga Balita) dan PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini). (Foto: Ist)
Posyandu terintegrasi tidak hanya menyediakan penimbangan berat badan balita, tetapi juga menghadirkan kegiatan tambahan berupa BKB (Bina Keluarga Balita) dan PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini). (Foto: Ist)

Dharmasraya, - Pengintegrasian layanan sosial dasar di Posyandu menjadi salah satu upaya strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM).

Program ini mencakup berbagai layanan, seperti perbaikan kesehatan dan gizi, pendidikan serta perkembangan anak, peningkatan ekonomi keluarga, ketahanan pangan keluarga, dan kesejahteraan sosial.

Posyandu terintegrasi tidak hanya menyediakan penimbangan berat badan balita, tetapi juga menghadirkan kegiatan tambahan berupa BKB (Bina Keluarga Balita) dan PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini).

Layanan ini dirancang untuk memberikan manfaat maksimal kepada masyarakat, khususnya pada kelompok usia dini, demi memastikan pertumbuhan dan perkembangan yang optimal.

Menurut Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Dharmasraya, Drs. Yefrinaldi, kegiatan di Posyandu harus dirancang lebih komprehensif agar tujuan dasarnya tercapai.

“Melalui layanan sosial dasar seperti BKB dan PAUD, kita dapat mendukung pembangunan SDM berkualitas sejak dini,” ungkapnya. Dengan sinergi berbagai layanan ini, Posyandu diharapkan mampu menunjang pembangunan masyarakat secara berkelanjutan.

Selain itu, pengembangan kegiatan ini juga bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya kesehatan dan pendidikan anak sejak usia dini, yang secara langsung dapat memperkuat ketahanan keluarga di masa depan. (***)

Editor : MS
Banner JPS- Insanul Kamil
Bagikan

Berita Terkait
Terkini