Transformasi Kepemimpinan Adat Minangkabau di Tengah Dinamika Politik Modern

Foto bareng dengan istri Apt.Lili Iswari,S.Si dan tim promotor Dr Dadang Rahmat. M.Si dan Dr.Emeraldi Chatra.M.I.Ikom. (Foto: Ist)
Foto bareng dengan istri Apt.Lili Iswari,S.Si dan tim promotor Dr Dadang Rahmat. M.Si dan Dr.Emeraldi Chatra.M.I.Ikom. (Foto: Ist)

Dengan memanfaatkan teknologi informasi, pemangku adat dapat mendokumentasikan nilai-nilai tradisional sekaligus berkontribusi pada pengambilan keputusan berbasis data modern.

Komunikasi politik di Minangkabau memiliki dinamika unik karena berbasis pada sistem tungku tigo sajarangan (ninik mamak, alim ulama, cadiak pandai).

Namun, sistem ini sering berbenturan dengan hierarki politik modern.

Masalah lainnya adalah konflik adat yang muncul akibat perbedaan penafsiran terhadap aturan warisan lisan dan perebutan sumber daya seperti tanah ulayat.

Perubahan sosial akibat modernisasi dan media sosial juga menciptakan tantangan dalam menjaga nilai-nilai lokal.

Dalmenda menambahkan, “Pemimpin adat kini dihadapkan pada tantangan untuk menyeimbangkan peran tradisional dan kebutuhan masyarakat modern. Pendekatan adaptif menjadi kunci keberhasilan mereka.”

Penelitian ini mengusulkan reformasi kepemimpinan tradisional untuk menjawab tuntutan zaman tanpa menghilangkan akar budaya. S

olusi ini menciptakan peluang bagi Minangkabau untuk mempertahankan harmoni sosial sekaligus beradaptasi dengan perkembangan global. (***)

Editor : MS
Bagikan

Berita Terkait
Terkini