Jakarta, – Percepatan pengembangan baterai kendaraan listrik (EV) di Indonesia menjadi salah satu perhatian utama Hj. Nevi Zuairina, anggota Komisi VII DPR RI.
Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama PT Inalum, PT Antam, Pertamina Power Indonesia, PLN, dan Indonesia Battery Corporation (IBC), Nevi menekankan pentingnya peran Badan Usaha Milik Negara (BUMN) energi dalam mendukung visi besar transisi energi nasional.
Ia menyebutkan bahwa Indonesia memiliki sumber daya alam melimpah untuk bahan baku baterai EV, tetapi teknologi dan investasi perlu segera dioptimalkan.
“BUMN energi harus menjadikan pengembangan baterai EV sebagai prioritas utama. Proyek-proyek strategis juga perlu masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN) agar mendapatkan dukungan pemerintah secara penuh,” ujar Nevi.
Ia menambahkan, kolaborasi erat antara pemerintah dan perusahaan BUMN diperlukan untuk mempercepat pembangunan rantai pasok baterai EV nasional.
Kata transisi seperti selain itu dan oleh karena itu sering digunakan Nevi untuk menyoroti langkah-langkah konkret yang diperlukan.Selain fokus pada pengembangan baterai, Nevi menyoroti tantangan dalam pengelolaan limbah baterai EV.
Dengan meningkatnya penggunaan kendaraan listrik, potensi limbah yang dihasilkan akan semakin besar.
Ia meminta IBC dan mitra BUMN lainnya untuk segera mengembangkan teknologi daur ulang yang efisien.
Sistem ini tidak hanya berfungsi untuk mengurangi ketergantungan pada bahan baku baru, tetapi juga mendukung ekonomi sirkular yang lebih berkelanjutan.
Editor : MS