Rachmad juga menyayangkan target Rp 6 miliar pertahun yang terbilang sangat kecil untuk capaian PAD setahun.
Ada 9 pasar di Kota Padang, termasuk Pasar Raya, Pasar Tanah Kongsi, Pasar Bandar Buat, Pasar Gaung, Pasar Lubuk Buaya, Pasar Nanggalo, Pasar Belimbing, Pasar Simpang Haru dan Pasar Ulak Karang. “Sangat disayangkan jika hanya Rp.6 miliar pertahun. Jauh panggang dari api,” ucapnya.
Selain itu Komisi II mempertanyakan keseiusan Pemko Padang dalam mengelola PSM. Komisi II memberi catatan peringatan sebab selama enam tahun, tidak ada peningkatan yang dihasilkan PSM
“Kita tanya keseriusan Pemko. Bagaimana pengelolaan PSM ini. Ada tiga yang dikelola yakni trans Padang, Retribusi Pantai Air Manis dan Parkir. Kalau masih tidak maksimal dibubarkan saja. Jangan hanya jadi beban dengan penyertaan modal terus,” ucapnya.
Khusus untuk Dinas Pertanian, Pansus II mensorong maksimalkan pemberdayaan bagi para petani millenial.
“Sebab di Kota Padang bisa dibilang tidak ada lahan pertaniannya, jadi Dinas terkait melakukan pelatihan atau peningkatan kapasitas,” tuturnya.
Dinas Koperasi dan UMKM serta Dinas Perikanan dan Pangan juga didorong digitalisasi.“Intinya juga kita mendorong layanan digitalisasi untuk memudahkan masyarakat, kemudian bagaimana masyarakat zaman sekarang dipermudah untuk bertransaksi secara cashless (tanpa uang tunai),” ucapnya.
Rahcmad juga meminta PDAM meningkatkan layanan konsumen.
"Kita minta 2025 cakupan layanan diangka 60 persen yang 2024 baru 51 persen, supaya masyarakat mendapatkan fasilitas air bersih secara merata" imbuhnya.
Editor : MS
