Padang, - Platform digital karya alumni SMA Negeri 3 Padang (Smantri) bernama Bagawan (Balilah Gale Kawan) siap diluncurkan ke publik. Tidak sekadar menjadi marketplace, Bagawan hadir sebagai ekosistem digital yang mewadahi UMKM, pariwisata, dan perdagangan lokal khas Minang. Aplikasi ini menjadi jawaban atas kebutuhan masyarakat terhadap platform yang fokus pada promosi dan distribusi produk asli Sumatera Barat.
“Kita ingin membangun satu ruang yang benar-benar menjadi etalase produk Minang. Produk-produk UMKM Sumbar selama ini belum punya panggung yang tepat untuk dikenal lebih luas. Bagawan hadir untuk itu,” ujar CEO Bagawan, Bob Wilson, dalam keterangannya Jumat (4/7/2025).
Aplikasi ini tak hanya menampung produk makanan, fashion, kerajinan, dan kebutuhan rumah tangga, namun juga akan memuat informasi wisata, penginapan, hingga jasa travel. Seluruhnya dikurasi agar mendukung promosi ekonomi kreatif dan destinasi lokal di Sumatera Barat.
Menurut Bob, banyak potensi daerah yang tidak terakses publik secara maksimal karena kurangnya eksposur digital. “Orang ingin ke Solok, ke Bukittinggi, ke Painan, tapi tidak tahu harus ke mana, menginap di mana. Akhirnya bolak-baliknya ke Padang lagi, padahal di daerah lain ada banyak penginapan, kuliner, dan tempat wisata yang menarik,” jelasnya.
Selain memudahkan masyarakat lokal, Bagawan juga diharapkan membantu wisatawan dari luar Minang untuk lebih mengenal daerah. “Lokal Sumatera Barat itu belum tereksplorasi optimal. Kalau orang Minang mungkin sudah tahu arah dan tempatnya, tapi orang luar? Mereka butuh petunjuk yang lengkap dan mudah diakses,” ujarnya.
Dalam proses pengembangannya, Bagawan juga telah menjalin kerja sama strategis dengan Bank Nagari, terutama dalam hal payment gateway. Nantinya, pembayaran bisa dilakukan melalui berbagai platform dompet digital seperti OVO, DANA, dan lainnya yang langsung terintegrasi dengan sistem Bank Nagari.“Aplikasi sekarang sedang dalam tahap integrasi dengan Playstore. Proses ini biasanya memakan waktu sekitar 14 hari, dan saat ini sudah berjalan tujuh hari,” terang COO Bagawan, Ronal.
Ronal juga memastikan bahwa soft launching akan dilakukan pada 20 Juli 2025, bertepatan dengan Reuni Akbar IKA Smantri di Jakarta. Momen itu akan digunakan untuk memperkenalkan aplikasi kepada para alumni dan masyarakat luas serta membuka pendaftaran pedagang Minang yang ingin bergabung sebagai merchant.
“Kami undang para pedagang Minang dari berbagai sektor fashion, kuliner, alat olahraga, dan sebagainya untuk mulai mengisi katalog produk di aplikasi. Syarat utamanya: mereka adalah pelaku usaha Minang,” tegas Ronal.
Selain menyasar pasar Sumatera Barat, tim Bagawan juga telah mempersiapkan roadmap ekspansi ke kota-kota besar lainnya di Indonesia yang memiliki populasi besar perantau Minang.
Editor : MS
