Biaya logistik tinggi karena akses tol terbatas, pelabuhan belum menjadi akses untuk ekspor komiditi Sumbar.
"Pengahasil komoditi ekspor Sumbar seperti pinang dan gambir ekspornya ke Belawan Sumut biaya logistiknya tinggi,"ujar Dt Ricky Donals.
Terus semakin remuk redam ekonomi Sumbar dipicu sektor investasi rendah, kata Ricky Donals penyebab ini sudah terlalu banyak yang harus diperbaiki.
"Masalah klasik soal tanah ulayat juga perizinan lambat dan penawaran pemerintah ke investor perlu ditingkatkan.
Sumbar negeri elok yang aduhai dalam faktanya sektor pariwisata mestinya jadi sektor unggulan untuk menggeliatkan ekonomi, ternyata garapannya kurang optimal.
Benang merah lain penyebab down grade nya ekonomi Sumatra Barat di tengah potensi besar dipunyai provinsi ini adalah koordinasi fiskal lemah antar kabupaten, dana APBD tidak produktif SDM dan riset lemah.
"Ulah faktor-faktor begituan, telah menimbulkan produktivitas dan inovasi Sumbar rendah,"ujarnya.Masyarakat Sumbar terdampak karena lemahnya koordinasi fiskal, inovasi dan sinergisitas kebijakan yaitu, Kenaikan harga beras, cabai, transportasi mendorong inflasi biaya (cost-push). Daya beli masyarakat stagnan.
"Investasi baru menurun 8–10% dibanding tahun sebelumnya, urbanisasi tinggi ke Padang dan Bukittinggi tanpa dukungan lapangan pekerjaan dan infrastruktur yang memadai,"ujar Ricky Donals.
Ricky Donals berharap peluang potensi melimpah Sumbar bisa menjadi triger pertumbuhan ekonomi sangat terbuka.
Editor : MS