Dharmasraya, - Kaum Adat Kerajaan Tiang Panjang, Nagari Sungai Dareh, menggelar tradisi menyambut Bulan Suci Ramadhan melalui prosesi manjalang ke rumah gadang dan balimau, Senin (16/12/2026). Kegiatan adat tahunan ini berlangsung khidmat dan melibatkan seluruh unsur masyarakat nagari.
Acara tersebut dihadiri oleh Kartyana Widyarso Wardoyo, tokoh masyarakat Zulfikar Atut Dt Penghulu, Toupik Syukur, Marlon Datuak Rangkayo Mulie, Wali Nagari Sungai Dareh Irwadi, ninik mamak, bundo kanduang, serta masyarakat Nagari Sungai Dareh.
Raja Besar Kerajaan Tiang Panjang, Toupik Syukur Tuangku Maya, menjelaskan bahwa tradisi balimau merupakan janji adat yang telah dibuat sejak awal berdirinya Nagari Sungai Dareh. Janji tersebut dikenal dengan istilah maanjung undang manambak pusako, yakni mengangkat derajat kerajaan dan memperbaiki pusaka adat lama.
“Tradisi ini dihadiri seluruh ninik mamak dari empat suku yang ada di Nagari Sungai Dareh, yakni suku Melayu, Caniago, Patopang, dan Piliang,” ujarnya usai kegiatan.Ia menambahkan, kegiatan balimau yang digelar menjelang Ramadhan ini merupakan agenda adat tahunan sekaligus bagian dari kalender wisata religi Pemerintah Kabupaten Dharmasraya. Tradisi tersebut mencerminkan falsafah hidup masyarakat Minangkabau, Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah, yang menjadikan Islam sebagai landasan utama adat berdasarkan Al-Qur’an dan Sunnah.
“Tradisi ini akan terus kami jaga dan lestarikan sebagai warisan sejarah dan identitas Nagari Sungai Dareh,” pungkasnya. (***)
Editor : Editor