Yota Balad Paparkan Data di Rakor R3P Sumbar, Kerugian Ditaksir Capai Rp499 Miliar

Yota Balad Paparkan Data di Rakor R3P Sumbar, Kerugian Ditaksir Capai Rp499 Miliar
Yota Balad Paparkan Data di Rakor R3P Sumbar, Kerugian Ditaksir Capai Rp499 Miliar

Pariaman ---Wali Kota Pariaman, Yota Balad, memaparkan kondisi kerusakan Kota Pariaman dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Finalisasi Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P) Hidrometeorologi Sumatera Barat (Sumbar), yang digelar di Auditorium Gubernur Sumbar, Kamis (8/1/2026).

Rakor strategis ini dibuka Sekretaris Utama (Sestama) BNPB, Rustian, dan dihadiri Gubernur Sumbar, Mahyeldi, unsur Forkopimda, serta para bupati dan wali kota se-Sumbar.

Yota Balad menyampaikan bahwa berdasarkan pemutakhiran data dan kajian teknis terbaru, estimasi kebutuhan penanganan rehab-rekon pascabencana di Kota Pariaman diperkirakan mencapai angka Rp589miliar.

“ Berdasarkan hasil verifikasi lapangan lintas OPD, total nilai kerusakan akibat bencana tersebut mencapai Rp497miliar dengan rincian di sektor perumahan sekitar Rp6,8 miliar, infrastruktur Rp452 miliar, ekonomi Rp17,6miliar, sosial Rp12,6 miliar, dan lintas sektor sekitar Rp7,9 miliar, nilai kerusakan tersebut merupakan estimasi biaya yang dibutuhkan untuk memperbaiki dan memulihkan kondisi fisik agar kembali berfungsi seperti sebelum bencana ," ujarnya.

Selain kerusakan fisik, bencana juga menimbulkan nilai kerugian ekonomi yang diperkirakan mencapai Rp.Rp499 miliar. Kerugian ini berasal dari terganggungnya aktifitas sosial ekonomi masyarakat sepertikehilangan pendapatan sektor UMKM dan perdagangan, sektor pertanian dan perikanan, gangguang layanan publik dan pendidikan, layanan kesehatan dan sektor pariwisata.

Berdasarkan akumulasi nilai kerusakan dan kerugian, serta mempertimbangkan kebutuhan peningkatakan ketahanan wilayah terhadap bencana, pemerintah daerah menyusun kebutuhan dana R3P sebesar Rp589 miliar, dengan fokus padaperbaikan dan pembangunan rumah masyarakat yang terdampak bencana, dan relokasi rumah yang berada daerah sepanjang aliran sungai.

Sedangkan untuk sektor infrastruktur, pemulihan dilakukan secara bertahap dengan fokus rehabilitasi dan rekonstruksi prasarana untuk pelayanan transportasi, penyediaan air minum, sumber daya air, dan irigasi. Kemudian sektor ekonomi pemulihan akan dilaksanakan secara langsung berupa kegiatan rehabilitasi dan rekonstruksi sektor ekonomi yang meliputi pemulihan usaha masyarakat untuk mengembalikan kegiatan ekonomi dan kapasitas produksi, serta sub sektor pariwisata. Kebutuhan dana R3P tersebut akan diusulkan melalui dukungan APBD, APBD Provinsi, APBN serta sumber dana lainnya sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Bencana Hidrometeorologi yang melanda Kota Pariaman pada akhir November 2025 lalu juga berdampak pada sekitar 7.661 jiwa yang tersebar di empat kecamatan. Berdasarkan pendataan, total rumah yang terdampak/terendam sebanyak 2.377 rumah, dengan kerusakan rumah tercatat sebanyak 45 unit dan relokasi rumah sebanyak 10 unit.

" Selain permukiman, bencana juga mengakibatkan kerusakan berbagai infrastruktur vital diantaranya, infrastruktur transportasi seperti 13 ruas jalan, 4 unit jembatan, 15 unit fasilitas keselamatan jalan, 6 unit drainase jalan dan 2 unit transportasi laut.

Kemudian, bencana juga merusak gedung pemerintahan, fasilitas pendidikan, kesehatan, pariwisata, perdagangan, rumah ibadah, dan irigasi, hingga drainase, sistem penyediaan air bersih, serta ratusan hektare lahan pertanian dan perikanan.

Editor : MS
Banner Ultah Danantara
Bagikan

Berita Terkait
Terkini