Padang, - Pemerintah Provinsi Sumatera Barat terus berinovasi meningkatkan keamanan jamaah. Kini, sistem pemantauan kendaraan berbasis teknologi informasi (IT) tengah disiapkan di kawasan Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al Minangkabawi.
Langkah ini langsung menyasar kenyamanan masyarakat saat beribadah. Dengan sistem digital tersebut, kendaraan jamaah akan terpantau secara lebih terintegrasi, sehingga risiko kehilangan dapat diminimalkan.
Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Setdaprov Sumbar, Edi Darma, menjelaskan bahwa layanan ini tidak dipungut biaya. Namun demikian, masyarakat tetap diberikan opsi untuk memberikan infak atau wakaf secara sukarela melalui sistem barcode.
“Pemantauan kendaraan dilakukan berbasis aplikasi IT. Tujuannya agar jamaah bisa beribadah dengan lebih tenang dan aman,” jelasnya, Sabtu (28/3/2026).
Selain itu, petugas juga akan disiagakan di pintu masuk dan keluar area masjid. Mereka bertugas membantu pengunjung sekaligus memastikan kendaraan dalam kondisi aman.
Di sisi lain, pemerintah tetap mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan. Pengunjung diminta memastikan kendaraan terkunci dengan baik sebelum meninggalkan area parkir.Saat ini, Pemprov Sumbar masih mematangkan kesiapan sistem, termasuk tenaga IT dan petugas lapangan. Menariknya, masyarakat tidak perlu mengunduh aplikasi tambahan, karena proses pemantauan dilakukan langsung melalui sistem terintegrasi di lokasi.
Dengan demikian, inovasi ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelayanan publik, khususnya di sektor keamanan tempat ibadah. Selain itu, penerapan teknologi digital juga menjadi langkah strategis dalam mendukung smart city di Sumatera Barat.
Ke depan, sistem serupa berpotensi diterapkan di berbagai fasilitas publik lainnya, sehingga keamanan dan kenyamanan masyarakat semakin terjamin. (***)
Editor : Editor