BUMN Karya Rugi Rp25,1 Triliun, Menunggu Trik Jitu Bos Danantara

Ilustrasi.
Ilustrasi.

Tekanan keuangan itu tidak hanya dirasakan perusahaan, tetapi juga berdampak langsung kepada masyarakat. Salah satunya terjadi pada anak usaha BUMN, PT Adhi Commuter Properti (ADCP), yang mengalami tekanan likuiditas sehingga memengaruhi proyek LRT City.

Akibatnya, proses serah terima sejumlah unit apartemen mengalami penundaan. Ribuan konsumen masih menunggu kepastian, sementara proses pengembalian dana (refund) dinilai menghadapi kendala karena keterbatasan kas perusahaan.

Kondisi tersebut menambah tantangan bagi Danantara dalam menjalankan mandat penyehatan BUMN.

Selain memperbaiki kinerja keuangan perusahaan, Danantara juga dituntut menjaga kepercayaan investor, memenuhi kewajiban kepada kreditur, serta memberikan kepastian kepada konsumen yang terdampak.

Di tengah besarnya kerugian dan kompleksitas persoalan tersebut, perhatian publik kini tertuju pada langkah dan strategi yang akan ditempuh Dony Oskaria bersama Danantara untuk memulihkan BUMN karya.

Tantangan berikutnya adalah membuktikan bahwa restrukturisasi mampu mengembalikan kesehatan perusahaan tanpa memperbesar beban fiskal negara, sekaligus memastikan proyek-proyek strategis nasional tetap berjalan dan hak-hak masyarakat tetap terlindungi. (***)

Editor : Editor
Banner InfografisBanner - GorBanner Rahmat Saleh - Gema
Bagikan

Berita Terkait
Terkini