Selama lebih dari tiga abad perjalanan sejarah, Kota Padang terus berkembang maju tanpa melupakan akar budaya, nilai luhur, serta semangat kebersamaan yang menjadi ciri khas masyarakatnya.
“Jembatan ini bukan sekadar infrastruktur, melainkan simbol persahabatan yang telah terjalin selama empat dekade. Kami berharap jembatan ini menjadi simbol persahabatan dua negara yang menghadirkan lebih banyak kolaborasi dalam mendukung pembangunan, serta bermanfaat bagi masyarakat Kota Padang,” tegasnya penuh harap.
Sementara itu, Wali Kota Hildesheim Ingo Meyer menyampaikan rasa bangga dan kebahagiaannya dapat hadir langsung di tengah masyarakat Padang untuk menyaksikan peristiwa yang penuh makna ini.
Kini tercipta kesatuan lambang yang saling melengkapi, menghubungkan jarak ribuan kilometer dengan ikatan persaudaraan yang tulus dan kuat.
“Di Hildesheim telah berdiri Jembatan Padang, dan hari ini di Padang berdiri Jembatan Hildesheim. Ini merupakan simbol yang luar biasa dari persahabatan yang telah kita bangun dan pelihara sejak tahun 1988. Saya merasa sangat bangga dan bahagia dapat menyaksikan momen bersejarah ini bersama masyarakat Kota Padang,” ungkap Ingo Meyer.
Kedua jembatan yang saling bernama ini menjadi pengingat bahwa kerja sama lintas negara tidak hanya berupa program pembangunan semata, melainkan juga membangun kedekatan antarwarga, saling belajar budaya, bertukar gagasan, serta mendukung kemajuan bersama di berbagai bidang mulai dari pendidikan, lingkungan hidup, kebudayaan, hingga pelayanan masyarakat.Dengan beroperasinya Jembatan Hildesheim, diharapkan selain melancarkan lalu lintas dan akses kawasan Batang Arau, dapat menjadi tempat warga berkumpul, bersantai, menikmati pemandangan sungai, sekaligus mengenang semangat persahabatan internasional yang memberi inspirasi untuk terus bersatu, saling mendukung dan tumbuh bersama.
Semoga ikatan persaudaraan ini terus terjaga kekuatannya, melahirkan kerja sama yang semakin luas dan bermanfaat, serta menjadi warisan yang indah bagi generasi mendatang dari kedua kota dan kedua negara. (***)
Editor : Editor


