Pupuk Kaltim Siapkan Stok dan Produksi Musim Tanam Oktober--Maret

Direktur Utama Pupuk Kaltim Rafli Yandra memastikan stok pupuk aman lebih dari 293 ribu ton dan produksi optimal guna mendukung kelancaran musim tanam Oktober 2026--Maret 2027. (Foto: Ist)
Direktur Utama Pupuk Kaltim Rafli Yandra memastikan stok pupuk aman lebih dari 293 ribu ton dan produksi optimal guna mendukung kelancaran musim tanam Oktober 2026--Maret 2027. (Foto: Ist)

Bontang, - Bertepatan dengan momentum Hari Tani Nasional, PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) memperkuat kesiapan stok dan produksi guna menjamin kelancaran musim tanam Oktober 2026 hingga Maret 2027.

Hingga 20 September 2026, stok di Gudang Lini I mencapai lebih dari 293 ribu ton dalam kondisi aman dan mencukupi kebutuhan.

Realisasi produksi per 22 September 2026 telah menembus 5.102.923 ton.

Direktur Utama Pupuk Kaltim, Rafli Yandra, menyatakan ketersediaan pupuk harus dipersiapkan sejak dini mengantisipasi lonjakan kebutuhan petani.

“Ketersediaan pupuk sangat krusial untuk mendukung kelancaran musim tanam Oktober–Maret. Fokus kami adalah menjaga ketersediaan stok dan keandalan operasional agar kebutuhan petani dapat terpenuhi dengan baik,” ujar Rafli.

Stok tersebut terdiri dari 285.841 ton urea, 5.093 ton NPK Phonska, dan 2.182 ton NPK Kakao, siap disalurkan melalui jaringan distribusi Pupuk Indonesia.

Kapasitas produksi tahunan mencapai 6,47 juta ton dari 13 pabrik, meliputi 3,43 juta ton urea, 300 ribu ton NPK, dan 2,74 juta ton amonia.

Hingga 22 September, realisasi produksi urea 2.735.832 ton, NPK 254.458 ton, dan amonia 2.112.633 ton - setara 78,48% dari target tahun 2026.

Peningkatan efisiensi didorong melalui proyek revitalisasi. Proyek Revamping Ammonia Pabrik-2 telah beroperasi penuh per Agustus 2026, meningkatkan kapasitas harian dari 1.767 menjadi 1.841 ton atau naik 4,18%.

Konsumsi energi turun dari 39,28 menjadi 35,25 MMBTU per ton amonia, diproyeksikan menghemat biaya produksi hingga USD 14,3 juta atau sekitar Rp 228 miliar per tahun. Langkah ini sekaligus memperkuat pasokan bahan baku utama urea.

Editor : Editor
Banner Relasi Publik
Bagikan

Berita Terkait
Terkini