Padang, - Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Republik Indonesia meresmikan aktivasi Pos Sahabat Perempuan dan Anak (SAPA) di Hunian Sementara (Huntara) Lubuk Buaya, Kota Padang, Jumat (16/10/2026).
Kegiatan dirangkaikan dengan Bimbingan Teknis (Bimtek) bagi calon petugas yang dilaksanakan di Kantor Camat Koto Tangah.
Langkah ini merupakan bagian upaya mempercepat rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Sumatera Barat, khususnya memastikan keberlanjutan layanan perlindungan bagi perempuan dan anak yang terdampak.
Kepala Dinas DP3AP2KB Kota Padang, Boby Firman, menyampaikan kehadiran Pos SAPA menjadi langkah strategis untuk mendekatkan akses layanan perlindungan kepada masyarakat setelah masa tanggap darurat berakhir.
Delapan calon petugas dari unsur Aisyiyah akan dibekali pemahaman menyeluruh mengenai pencegahan kekerasan, penerimaan pengaduan, serta mekanisme rujukan dan pendampingan.
Pembekalan ini penting agar Pos SAPA beroperasi optimal dan responsif terhadap kebutuhan warga."Penanganan isu perempuan dan anak tidak bisa dilakukan pemerintah sendirian. Kami mengajak seluruh elemen masyarakat RT/RW, tokoh agama, kader untuk menjadikan Pos SAPA mata dan telinga kita bersama," ujar Boby.
Kepada para petugas, ia menitipkan amanah memberikan pelayanan terbaik dengan empati tinggi bagi warga yang tinggal di huntara.
Perwakilan Kementerian PPPA, Dianawati Lasmindar, menegaskan aktivasi Pos SAPA adalah bukti komitmen pemerintah pusat agar kelompok rentan tetap terlindungi selama berada di hunian sementara.
Bimtek menjadi fondasi sebelum petugas bertugas, sehingga setiap layanan yang diberikan tepat sasaran dan memenuhi standar pendampingan.
Editor : Editor