Tek Ris Tidak Penerima PKH Lagi, HM Nurnas: Ini Sikap Mesti Dicontoh Jutaan Keluarga Lain di Indonesia

Tek Ris pemilik kedai teh telur di emperan seberang jalan gedung KPU Sumbar ikhlas dan merasa banyak yang butuh. Mundur dari penerima PKH, Jumat 28/8 (foto: dok)
Tek Ris pemilik kedai teh telur di emperan seberang jalan gedung KPU Sumbar ikhlas dan merasa banyak yang butuh. Mundur dari penerima PKH, Jumat 28/8 (foto: dok)

Padang,---Kedainya di emperan depan gedung megah KPU Sumbar. Di sana tidak sembarangan orang duduk mengopi dan berdiskusi di kedai tersebut.Selama ini Tek Ris biasa pelanggan setia berbagai profesi memanggilnya terima Program Keluarga Harapan (PKH) tapi kemarin dengan keikhlasan Ris Antoni menyatakan dia tidak pantas menerima bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) dan membuat pernyataan pengundurian diri di depan petuga PKH.

Mundur dari penerima PKH ternyata mendapat acungan jempol banyak kalangan. Tek Ris mesti dicontoh oleh keluarga penerima manfaat PKH se Indonesia."Selama ini, hampir 3 tahun saya menerima bantuan pemerintah lewat PKH. Saat ini saya merasa tidak pantas lagi menerimanya, apalagi kedua anak saya sudah tamat kuliah. Tinggal lagi si bungsu yang masih kelas 1 SMA,"ujar Ris polos kepada media di kedainya itu, Jumat 28/8.

Ris tidak kata dan tidak berkecukupan, kehidupan saat bergantung transaksi harian di warung yang dikelolanya di sebernag gedung KPU Sumbar.“Tapi saya yakin masih banyak keluarga Indonesia lain yang lebih membutuhkan PKH dari pada saya,”ujarnya.

Mengetahui sikap Ris Antoni tersebut, HM Nurnas, Sekretaris Komisi I DPRD Sumbar, sangat mengapresiasinya.Kata HM Nurnas, apa yang dilakukan Ris sungguh luar biasa, apalagi di saat banyak masyarakat berlomba-lomba mengurus bantuan pemerintah.

“Sikap Ris ini patut dicontoh masyarakat lain yang selama ini hidupnya jauh lebih baik, tapi tetap saja menerima bantuan. Padahal PKH itu ditujukan jelas-jelas untuk bagi warga kurang mampu tersebut," ungkap HM. Nurnas.HM Nurnas yang juga Sekretaris Fraksi Partai Demokrat DPRD Sumbar itu mengaku sangat mengenal Ris Antoni.

Sepengetahuannya, kehidupan sehari-hari Ris sangat sederhana dan masih jauh dari standar kaya. Bahkan rumahnya biasa-biasa saja."Mungkin Ris merasa untuk biaya sehari-hari sudah cukup dari kedai yang dikelola bersama suaminya, walau bisa dikatakan capek pagi habih patang. Tapi saat ini biayanya tak sebesar ketika kedua anaknya masih kuliah. Mungkin ini yang disyukurinya," ujar HM Nurnas.

HM Nurnas berharap, jika sikap Ris ini dicontoh oleh masyarakat lain penerima bantuan pemerintah yang hidupnya sudah lebih baik, mungkin tak akan ada lagi masyarakat yang berteriak kelaparan, karena bantuan akan lebih tepat sasaran."Ini contoh yang luar biasa dan pelajaran bagi kita semua. Uang ini tidak pernah cukup, berapa pun banyaknya yang kita punya. Tapi dengan suka berbagi, Allah akan selalu mencukupkan rezeki kita.. berbagi tidak akan mengurangi harta kita," ujar Nurnas. (riko)

Editor : Adrian Tuswandi, SH
Banner Komintau - Menteri
Tag:
Bagikan

Berita Terkait
Terkini