LaNyalla Minta Pemerintah Ambil Langkah Preventif Atasi Bencana Melalui Perda

oleh -49 views
LaNyalla Memberi Pernyataan Resmi Terkait Langkah Preventif Pemerintah Atasi Bencana Alam ,Senin(11/1).(doc/setjen)

JAKARTA – Memasuki musim hujan berbagai bencana mulai terjadi, baru baru ini longsor yang terjadi di Sumedang, Jawa Barat pada hari sabtu (9/1) di Sumedang memakan korban jiwa.

Hingga saat ini puluhan orang dikabarkan hilang. Petugas gabungan masih melakukan evakuasi terhadap korban.

Musibah yang melanda Sumedang memantik keprihatinan berbagai pihak. Salah satunya datang dari Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti.

LaNyalla prihatin atas bencana yang menimpa sejumlah daerah di Indonesia. Mengingat bencana yang sering terjadi di Indonesia, LaNyalla meminta kepada pemerintah untuk menggali akar masalah dari bencana tersebut.

“Tujuannya adalah sebagai langkah preventif. Kalau kita tahu akar persoalan bencana yang terjadi, maka penanggulangannya tak hanya pada saat bencana itu datang, namun sebelum bencana menerpa,” kata LaNyalla dalam keterangan resminya di Jakarta, Senin (11/1/2021).

Bencana longsor di Sumedang bisa di cari akar permasalahannya, bisa jadi bencana itu disebabkan oleh kerusakan alam, maka sudah semestinya pemerintah daerah melakukan tindakan preventif melalui berbagai macam kebijakan.

“Langkah preventif itu bisa dituangkan melalui peraturan daerah (perda). Dengan begitu, langkah upaya meminimalisasi bencana dapat dilakukan sedini mungkin,” paparnya.

Pada saat yang sama, LaNyalla memberikan apresiasi kepada petugas gabungan dan relawan yang bekerja cepat mengevakuasi korban longsor Sumedang. “Saya ucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-setingginya kepada petugas gabungan dan relawan yang sudah bekerja keras mengevakuasi korban,” ujarnya.

Sebanyak 900 orang dari berbagai unsur dilibatkan dalam proses pencarian di hari ketiga korban longsor di Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. Petugas SAR gabungan masih mencari korban yang tertimbun longsor di Dusun Bojongkondang, Desa ni Cihanjuang, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang. Hingga Minggu (10/1/2021) pukul 16.00 WIB, petugas menemukan 13 korban dalam keadaan meninggal dunia dan 27 korban lainnya masih dalam status pencarian.(setjen/ms)