Mahyeldi Sangat Jumawa, Parpol Lain Ditantang Boikot ‘Koalisi’ dengan PKS

oleh -805 views
oleh
805 views
Ilham Azre, Peniliti Politik 'Spectrun Pokitika' pasangaj Mahyeldi-Andre khansnya besar menangi Pilkada Padang 2018.
Ilham Aldelano Azre, Peneliti Spektrum Politika sebut Mahyeldi Ansyarullah ajukan calon wakil tidak dari Parpol lain terlalu jumawa. Minggu 13/8 di Padang.

Merdeka,—Calon incumbent Pilkada Padang 2018 Mahyeldi Ansyarullah sudah memberikan sinyal yang akan menjadi calon wakilnya.

Kabarnya, ada empat nama yang diinginkan Mahyeldi Ansyarullah menjadi calon wakilnya, empat nama itu ternyata kader PKS semu, dan tengah digodok oleh PKS termasuk mencarikan Parpol koalisinya.
Bereda di banyak media sosial empat nama itu, Adib Alfikri, Badrul Mustafa, Irzal dan akademisi IAIN
“Jika koalisi nasional PKS dengan Gerindra turun sampai ke Pilkada Padang, maka bisa dipastikan pasangan Mahyeldi-Adib yang akan diusung pada Pilkada Padang tahun depan,”ujar Peneliti Spektrum Politika yang juga akademisi Univeristas Andalas Padang, Ilham Aldelano Azre Minggu 13/8.
Sikap Mahyeldi ingin didampingi kader PKS semu dan ASN menurut Iham Azre seperti bentuk jumawanya calon incumbent yang menilai tidak bisa dikalahkan oleh pasangan calon lain
“Dapat dikatakan itu bentuk jumawanya Mahyeldi atau PKS, karena merasa yakin memenangkan Pilkada, tanpa memperhitungkan keberadaan Parpol lain,”ujarnya.
Padahal jika politik dinasti dan eksklusif diterapkan pada Pilkada Padang, dari beberapa kali survey tidak mangkus mendulang signifikan suara pemilih.
“Tidak mangkus, malah pemilih akan mencibir sambil mengatakan loe lagi loe lagi, dalam strategi pemenangan ini pertaruhan dari calon incumbent,”ujarnya.
Apalagi kata Azre, Mahyeldi Ansyarullah dipaksa dalan tanda kutip berpasangan dengan Kadis Bapenda Padang Adib Alfikri.
“Bumerang dan sangat mengungtungkan bagi pasangan calon lain, soalnya hasil survey Adib sangat memiriskan, disurvey untuk posisi wakil walikota akhir Juli lalu Adib hanya memperoleh elektabikitas 3 persen, kalah dari Maidestal dan Hendri Septa, jangan bandingkan dengan Andre Rosiade jelas range-nya sangat jauh,”ujar Azre.
Menghadapi kondisi jumawanya calon incumbent itu menurur Azre, Parpol selain PKS harus berani melakukan gerakan frontal dengan memboikot koalisi dengan PKS.
“Saya tantang keberanian Parpol untuk itu, tapi apa berani Parpol lainnya, soalnya Parpol lain juga terjebak berburu menjadi calon wakil Mahyeldi,”ujar Azre.
Selain itu, ketegasan dari Parpol untuk melakukan gerakan boikot koalisi dengan PKS sangat tergantung kepada DPP Parpol masing-masing.
“Apalagi Partai Gerindra yang kita ketahui sudah menjadi koalisi permanen sejak 2014 di pusat dengan PKS, belum lagi kedekatan Irwan Prayitno dengan Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto, sehingga sulit merealisasikan no koalisi dengan PKS itu,”ujarnya.(wanteha)